Babel Review Berbalas Pantun (33)

kasmirudin
Babel Review Berbalas Pantun (33)
Babel Review Berbalas Pantun. (BBR)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Babel Review Berbalas Pantun kembali hadir menyapa pembaca, untuk ikut menjaga kearifan lokal yang ada di Bangka Belitung. Bagi pembaca yang gemar berbalas pantun, silakan kirim pantunnya ke nomor  WA: 0813 6732 1720.

Namun, pantun yang dikirim tidak mengandung unsur SARA, seks, hoaks, narkoba, menghina, menghasut, memprovokasi atau menjelekkan orang atau kelompok.

Pantun bisa berupa pantun jenaka, pantun membangun, pantun humor dan lain-lain. Kirim pantun pembaca dengan menyertakan nama dan alamat tempat tinggal pembaca. Setiap pantun yang dikirim akan ditayangkan di website babelreview.co.id setiap akhir pekan.

Babel Review Berbalas Pantun pada edisi ini mengambil tema “ Ramadhan dan Covid-19”, yang saat ini sedang mewabah di seluruh pelosok Indonesia.

Kirimkan pantun terheboh kamu! Jaga selalu kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun. (BBR)

 

Sungguh indah pohon Cemara
Ditanam orang di halaman rumah
Duhai Corona enyahlah segera
Kami ingin tarawih berjamaah
(Septri, PGK)

Kain katun dari Jakarta
Buat busana model berkerah
Mari berpantun merangkai kata
Tentang corona ganas mewabah
(Mascik Kasim, Teluk Rubiah)

Sungguh harum si daun pandan
Tumbuh dekat pohon benalu
Sebentar lagi bulan ramadhan
Semoga wabah corona cepat berlalu
(Ayub, PGK)

Di atas jerami tempatnya lintah
Binatang pemangsa pemakan darah
Bukan kami ingin membantah
Kami terpaksa keluar rumah
(Mascik Kasim, Teluk Rubiah)

Solat 5 Waktu adalah perisai
Agar Selalu Ingat setiap hari
Bulan Ramadan sebentar lagi
Selalu dilindungi dari covid 19 ini
(Aviano, GA)

Papi mami hendak kemana
Saya bertanya tidak bolehkah
Bukan kami tak takut virus corona
Kami hanya mencari nafkah
(Mascik Kasim, Teluk Rubiah)

Sungguh ramai di rusunawa
Tempatnya indah lagi ramai
Kalau sayang sama nyawa
Mending di rumah aja
(Fikar, PGK)

Tupai melompat jatuh terkapar
Jatuh di balik deretan kemah
Begitu cepat covid menyebar
Jalan terbaik diam di rumah
(Mascik Kasim, Teluk Rubiah)

Pergi ke kebun menanam pepaya
Pepaya disiram dengan aik
Sekarang musim virus corona
Harga sembako mulai naik
(Putra Bangka)

Burung dara di bahu nona
Ikan gurami entah ke mana
Gara gara virus corona
Hidup kami jadi merana
(Mascik kasim, Teluk Rubiah)

Hijau-hijau daun pandan
Ditanam orang di desa pusuk
Sebentar lagi sudah ramadhan
Semoga ibadah kita tetap kusyuk

Ikan gurami hilang kemana
Pindang pegagan tiada rasa
Dampak pandemi virus corona
Perekonomian mati terpaksa
(Mascik Kasim, Teluk Rubiah)

Malam hari gelap gulita
Nyalakan lampu di tengah lembah
Sambut Ramadhan dengan suka cita
Di tengah Corona yang mewabah
(Septri, PGK)

Merah merona sang awan pagi
Hinggap di bakau si burung dara
Virus corona cepatlah kau pergi
Kami di rantau rindu saudara

Buah pelam tangkainya lemah
Ambil satu gunakan galah
Lama berdiam di dalam rumah
Kami rindu kapan sekolah
(Mascik Kasim, Teluk Rubiah)

Buah pelam tangkainya lemah
Di makan elang dengan cakar
Terlalu lama diam di rumah
Tubuh kurus jadi mekar
(Cowok Keren)

Wahai nona muda belia
Ankat jemuran jangan terpaksa
Virus corona menghantam dunia
Ini teguran sang maha kuasa

Ikan gurami di gulai nona
Di masak nona di hari raya
Cegah pandemi virus corona
Tema corona pantunnya saya
(Mascik Kasim, Muntok)

Jalan-jalan ke kota koba
Perginya lewat desa mesu
Bulan ramadhan sudah tiba
Semoga ibadah kita semakin khusyu’
(Babel Review)


Penulis  : Kasmir

Editor    : Kasmir

Sumber : Babel Review