Babel Review Berbalas Pantun (34)

kasmirudin
Babel Review Berbalas Pantun (34)
Babel Review Berbalas Pantun. (BBR)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Babel Review Berbalas Pantun kembali hadir menyapa pembaca, untuk ikut menjaga kearifan lokal yang ada di Bangka Belitung. Bagi pembaca yang gemar berbalas pantun, silakan kirim pantunnya ke nomor  WA: 0813 6732 1720.

Namun, pantun yang dikirim tidak mengandung unsur SARA, seks, hoaks, narkoba, menghina, menghasut, memprovokasi atau menjelekkan orang atau kelompok.

Pantun bisa berupa pantun jenaka, pantun membangun, pantun humor dan lain-lain. Kirim pantun pembaca dengan menyertakan nama dan alamat tempat tinggal pembaca. Setiap pantun yang dikirim akan ditayangkan di website babelreview.co.id setiap akhir pekan.

Babel Review Berbalas Pantun pada edisi ini mengambil tema “ Ramadhan dan Covid-19”, yang saat ini sedang mewabah di seluruh pelosok Indonesia.

Kirimkan pantun terheboh kamu! Jaga selalu kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun. (BBR) 

Jalan-jalan ke tanjungpandan
Pulangnya bawa ikan patin
Marhabban Ya Ramadhan
Mohon maaf lahir batin
(BBR)

Pergi memancing mencari ikan
Dapat seekor si ikan cupang
Sama-sama kita saling memaafkan
Agar hati menjadi tenang
(Septri PGK)

p ramlee legenda Melayu
semua orang pasti tahu
jgn lupa tetap solat fardhu
agar puasa bernilai Jitu
(Aviano, GA)

Hendak pergi ke tanjung pandan
Naik sekoci sampai tujuan
Sekarang bulan ramadhan
Bulan suci penuh ampunan
(Mascik Kasim Muntok)

Ke masjid solat zuhur
Jangan lupa pake peci
Tiap malam makan sahur
Tapi siang di warung kopi

Makan otak-otak enak terasa
Jangan lupa tambahkan cuka
Di rumah ngaku puasa
Kawan lingah langsung berbuka
(Septri PGK)

Berselancar di dunia maya
Pergi umroh ke kota mekkah
Ramadhan bulan mulia
Mari perbanyak sedekah

Emang wangi daun pandan
Jelang mudik transportasi perang tarif
Selama puasa ramadhan
Yang dinanti azan maghrib
(Putra Bangka)

Ke laut pergi mancing
Dapat seekor ikan tenggiri
Tetap di rumah dengan social distancing
Tidak terasa puasa udah tiga hari

Pergi belanja ke ramayana
Beli baju sebanyak tiga
Gara gara virus corona
Ramadhan tahun ini terasa berbeda
(Cowok Payben)

Putih putih burung kedidi
Si kecil nuri berwarna merah
Masjid terasa sepi
Karena tidak ada jemaah
(Ayub PGK)

Mau melahir pergi ke bidan
Berangkatnya naik sedan
Tiga hari puasa ramadhan
Pulau bangka diguyur hujan
(Fikar)

Pergi mancing ke selat gelasa
Dapat seekor anak kepiting
Besok udah mulai puasa
Semoga yang gendut jadi langsing

Lagi santai lewat penjual bakpia
Badan lemas jadi baper
Kalo lagi puasa
Mata ngantuk perut laper
(Fikar)


Penulis  : Kasmir

Editor    : Kasmir

Sumber : Babel Review