Babel Siapkan Empat Tempat, Antisipasi Terus Bertambahnya Pasien Covid-19

kasmirudin
Babel Siapkan Empat Tempat, Antisipasi Terus Bertambahnya Pasien Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Babel, drg. Mulyono Sutanto. (Foto: Diko Subadya)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus bertambah. Terdata hingga Minggu (7/6/2020) sudah ada 102 kasus yang terdiri dari 66 pasien dalam perawatan, 35 dinyatakan sembuh dan satu meninggal. 

Semakin bertambahnya angka positif Covid-19, pemerintah harus memulai memikirkan alternatif wisma karantina untuk perawatan para pasien selain Balai Diklat Babel.

Mengantisipasi pelonjakan pasien positif Covid-19 itu, Kepala Dinas Kesehatan Babel, drg. Mulyono Sutanto mengatakan saat ini Pemerintah Provinsi Babel telah menyiapkan empat titik wisma karantina untuk merawat pasien baik itu pasien positif Covid-19, Orang Tanpa Gejala (OTG), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau Orang Dalam Pemantauan (ODP).

"Ruang isolasi harus disiapkan betul-betul semua daerah, dalam hal ini Dinkes Babel sudah mempersiapkan empat tempat yakni Gedung Pendidikan dan Latihan (Diklat) Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Babel, Asrama Haji, Balai Latihan Kerja (BLK) Babel dan Rumah Sakit Kalbu Intan Medika (KIM)," katanya, Minggu (7/6/2020) kemarin.

Ia menjelaskan, semua pasien yang dinyatakan positif akan diisolasi di Diklat BKPSDMD Babel dan RS KIM. Sementara yang ringan atau ODP dan terjaring di dua tempat lainnya.

Ia berpesan, dengan adanya peningkatan kasus ini, semua masyarakat harus lebih mematuhi protokol Covid-19, harus mau ditracking atau pun ikut rapid test dan pemeriksaan kesehatan lainnya. Agar masyarakat tetap produktif, tapi juga aman dan terhindar dari Covid-19. 

"Masyarakat harus mulai meningkatkan kesadaran untuk menerapkan protokol Covid-19, ini upaya kita memutus penyebarannya," ungkap mulyono.

Sementara, Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah sekaligus Wakil Ketua IDI Daerah, dr. Andri Nurtito, menjelaskan prediksi ke depan selama memenuhi protokol kesehatan Covid-19, maka diharapkan penyebaran wabah Covid ini dapat terkendali. Namun, apabila tidak taat atau disiplin dengan protokol kesehatan ini, maka tidak menutup kemungkinan pertambahan jumlah kasus. Diharapkan masyarakat untuk dapat mematuhi protokol kesehatan penanggulangan pencegahan Covid-19 ini di era normal baru yang akan dihadapi ke depan," jelas Andri. 

Apabila tidak mematuhi aturan ini, dikhawatirkan akan terjadi peningkatan kasus Covid-19 melebihi kapasitas fasilitas yang sudah disiapkan dan ada sekarang ini. peranan pengendalian ini, harus dilaksanakan semua pihak termasuk masyarakat, tidak hanya pihak kesehatan dan pemerintah saja. (BBR)


Penulis : Diko Subadya

Editor  :  Kasmir