Baidjuri Tarsa ,Legendaris Musik Tradisi

Admin
Baidjuri Tarsa ,Legendaris Musik Tradisi
foto :Pras

SUNGAILIAT, BABEL REVIEW -- Jari jemarinya sangat piawai memainkan dan memetik alat musik dambus saat melantunkan merdunya melodi lagu Zavin Melayu ciptaannya sendiri, dari sosok pria bernama Baidjuri Tarsa. 

Pria 69 tahun yang dikenal sebagai salah satu maestro seni  tradisi Bangka Belitung ini juga sangat senang kala menunjukkan ragam penghargaan maestro tersebut yang diperolehnya dalam anugerah kebudayaan tahun 2014 atas dedikasi dan pengabdian dalam bidang seni pertunjukkan (musik dan tari) kepada Babel Review.

Sejumlah alat musik perkusi dan piala termasuk piagam penghargaan tampak terpasang rapi di ruangan rumahnya yang sederhana  di Kota Sungailiat. Baidjuri yang kelahiran Pangkalpinang ini juga dikenal sebagai pendiri Sanggar Kite pada 1999 dan sempat pula mendapat p e n g h a r g a a n atas kontribusinya membangun Kabupaten Bangka tahun 2017 dan penghargaan lainnya.

Pria berkaca mata dengan lima anak ini mengaku punya sanggar sendiri, maka dirinya merasa lebih fokus dan bisa berbuat lebih eksis, bebas, dan tanpa batas. Suami dari Kessy Emillia ini mengaku belajar alat musik tradisi sejak anak- anak saat melihat tetangganya punya orkes musik.

Lambat-laun ketertarikannya pun terus diasah dengan latihan-latihan hingga  menjadikannya piawai memainkan sejumlah alat musik perkusi. “Saya belajar alat musik secara otodidak termasuk suling yang paling saya senangi karena alat musik ini bisa saya buat sendiri,” ujar ayah dari lima anak ini.

Selain lagu Zavin Melayu, juga ada lagu ciptaannya yang lain, seperti Kote Lame, Pantai Bangke, dan puluhan lagu lainnya yang menunjukkan eksistensinya di biang seni musik tradisi yang juga telah mampu melalang buana hingga ke Malaysia dan Belanda.

Termasuk juga mewakili  Bangka Belitung di berbagai festival musik tradisi di Indonesia. “Seni musik tradisi semestinya terus diangkat dan dilestarikan termauk melalui Festival Serumpun Sebalai sehingga perlu terus diadakan dan jangan sampai ditiadakan. Karena musik  dan tari dalam festival tersebut bisa menjadi barometer tingkat kemajuan seni dan budaya daerah kita,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata Baidjuri nan ramah ini, berharap ke depan agar semua unsur baik pemda  maupun pelaku-pelaku seni untuk lebih berusaha melestarikan seni budaya daerah sendiri agar sama dan sejajar dengan daerah-daerah lainnya.

“Termasuk pula menumbuh kembangkan sanggar-sanggar seni budaya daerah Bangka Belitung biar lebih berkembang dan lestari, karena anak- anak muda sekarang ada yang senang dengan musik tradisional Bangka, tapi masih  sedikit  jumlahnya,” tutur penghobi musik ini.

Ia menambahkan, agar lebih berkembang, maka musik tradisional Bangka perlu dikenalkan sejak dini melalui ekstra kurikuler  di sekolah sehingga kalau bisa berkembang dan mengalami kemajuan tentu akan menjadi daya tarik destinasi wisata di daerah  ini.(BBR)

Lagu-lagu Ciptaan Baidjuri Tarsa antara Lain:

1. Zapin Melayu

2. Ngibur Ati

3. Amang Nelayan

4. Bujang Kalu

5. Pantai Bangka

6. Janji Ngerapi’ di Pantai Rumodong

7. Renyek Pulang

8. La Takdir

9. We Heu E

10. Nyieng Kebon

11. Kute Lame

12. Ingatlah


Penulis : Pras
Editor   : Sanjay
Sumber :Babelreview