Bandara dan Pelabuhan di Babel Akan Ditutup? Sekda: Besok Akan Dibahas

Ahada
Bandara dan Pelabuhan di Babel Akan Ditutup? Sekda: Besok Akan Dibahas
Sekda Babel Naziarto

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID-- Wabah corona telah membuat semua pihak khawatir dan takut. Apalagi masyarakat Bangka Belitung yang merupakan wilayah kepulauan ini.
Kekhawatiran ini beralasan, mengingat daerah atau wilayah yang mengelilingi Negeri Serumpun Sebalai telah berada di zona merah. Sementara Bangka Belitung masih dikategorikan wilayah yang masih aman, karena belum terdapat pasien positif covid-19.
Untuk menjaga jangan sampai negeri timah ini ikut menjadi zona merah, maka berbagai elemen masyarakat meminta pemerintah untuk mengawasi dan menjaga pintu-pintu masuk ke Babel agar tidak menjadi pintu masuk virus corona.
Karenanya cukup beralasan jika sebagian masyarakat Babel meminta penutupan Bandara dan pelabuhan laut dalam waktu dekat ini.
Harapan penutupan pintu masuk ke Bangka Belitung yakni bandara dan pelabuhan ini, terkait antisipasi penyebaran virus corona.
Sebenarnya jauh sebelum adanya desakan sejumlah masyarakat melalui sebuah petisi ke Gubernur Babel, pihak pemprov jauh-jauh hari sudah memikirkan persoalan ini.
"Rencana penutupan ini memang ada. Besok akan kita bahas dalam telekonferen bersama gubernur," ungkap Naziarto.
Dikatakan Naziarto, telekonferen dengan gubernur sedianya akan dilaksanakan Pukul 15.00 WIB di Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Pihaknya akan mengundang para tomas, toga, para utusan bupati/walikota se Babel sera LSM. 
"Intinya kita minta masukan tentang rencana penutupan sementara bandara dan pelabuhan agar Babel bebas corona," tegas Naziarto. 
Hanya saja penutupan ini tentu harus dipikirkan dengan sangat teliti dan barus memperhitungkan benar dampak positif dan negatif.
Jika memang harus ditutup, tentu harus melalui sosialisasi kepada warga maupun stakeholder yang ada. Tujuannya,  agar warga ataupun keluarga  yang sekarag masih berada di luar Bangka Belitung bisa kembali ke Bangka Belitung dengan segera. Dan sebaliknya warga yang ingin keluar dari Babel juga bisa kembali ke daerah masing-masing. Misalnya diberi waktu  3 hari sebelum penutupan, sehingga warga yang ingin kembali ke Babel atau ke luar Babel memiliki kesempatan berkumpul dengan keluarga masing-masing. (BBR)
Laporan: CJ Ican