Bandel tidak Gunakan Masker di Kabupaten Bangka, Siap Terima Sanksi Sosial

Ibnuwasisto
Bandel tidak Gunakan Masker di Kabupaten Bangka, Siap Terima Sanksi Sosial
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pengendalian (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra SKM. MPH. (Foto.Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bangka bersama dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bangka akan menerapkan sanksi bagi masyarakat yang masih kedapatan belum menggunakan masker saat berada di luar rumah.

Karena penggunaan masker saat ini diwajibkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah hal ini menjadi penting dalam rangka untuk memutuskan mata rantai penularan virus corona atau Covid-19.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan GTPP Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra SKM MPH mengatakan bahwa pihaknya besok akan mengadakan rapat untuk membahas sanksi bagi masyarakat yang belum menggunakan masker saat beraktivitas diluar rumah.

"Nantinya kami akan melakukan sosialisasi mingguan terlebih dahulu, jika seandainya sudah dilakukan sosialisasi dan masih ada masyarakat yang melanggarnya maka akan dikenakan sanksi sosial," ujarnya, Selasa (9/6/2020).

Sementara itu, bagi setiap kecamatan yang akan melakukan ibadah sholat Jum'at di Masjid harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Posko Covid-19 di tingkat kecamatan untuk meminta surat kelayakan jika masjid tersebut layak untuk melaksanakan sholat Jum'at.

Syarat kelayakan tersebut antara lain, jamaah sholat Jum'at harus menggunakan masker, harus menyiapkan tempat cuci tangan, membawa sajadah sendiri dan menjaga jarak minimal satu setengah meter. Dan selanjutnya zona dari kecamatan itu tidak dalam kondisi warna merah.

"Mudah-mudahan aturan yang telah ditetapkan ini dapat ditaati dan jangan dilanggar. Kemudian upaya yang harus dilakukan oleh masyarakat adalah jangan lupa menggunakan masker, selalu jaga jarak dan yang ketiga cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas dengan sabun dan air yang mengalir," terangnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu memberikan motivasi kepada orang yang dinyatakan rapid testnya reaktif atau swabnya positif. Janganlah disisihkan tetapi berikanlah motivasi yang sebanyak-banyaknya sehingga orang yang bersangkutan imunnya kuat dan cepat sembuh.

"Dan untuk proses belajar mengajar, dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka sudah memutuskan untuk aktivitas sekolah sementara ini masih diliburkan sampai tanggal 15 Juli 2020," pungkasnya. (BBR)


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review