Banwaslu Bangka Tengah Tertibkan 61 Alat Peraga Kampanye Melanggar Aturan

kasmirudin
Banwaslu Bangka Tengah Tertibkan 61 Alat Peraga Kampanye Melanggar Aturan
Bawaslu Kabupaten Bangka Tengah menertibkan alat peraga kampanye yang melanggar aturan, Kamis (28/2/2019). (foto:Faisal)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) bekerjasama dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan, kembali menertibkan alat peraga kampanye yang melanggar aturan di wilayah Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (28/2/2019)

Didampingi personil keamanan dari kepolisian masing-masing Polsek dan BKO Sat PP Bangka Tengah, Banwaslu berhasil menertibkan 61 buah Alat Peraga Kampanye (APK)/bahan kampanye/alat peraga lainnya milik para peserta Pemilu 2019 yang telah melanggar aturan pemasangan di 5 kecamatan.

Wahyu Tri Buwono selaku Koordinator Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Bangka Tengah mengatakan, sebelum pelaksanaan penertiban ini, pihaknya sudah melayangkan surat peringatan kepada peserta Pemilu 2019 untuk menurunkan sendiri Alat Peraga Kampanye yang melanggar dalam waktu 1x24 jam.

“Penertiban ini merupakan penertiban lanjutan, yang sebelumnya telah kami layangkan surat peringatan kepada peserta Pemilu 2019. Karena ada beberapa yang tidak merenspon, kami lakukan penertiban sendiri,” jelasnya.

Wahyu mengungkapkan, sebelumnya jumlah pendataan dari Panwaslu kecamatan ada 91 APK yang melanggar, namun menurun menjadi 61 APK saat pihaknya melakukan penertiban hari ini. Karena  ada beberapa peserta pemilu yang sudah menertibkan sendiri.

“pelanggaran pemasangan APK yang kita tertibkan serentak hari ini, berada di 5 kecamatan yakni 14 buah di Kecamatan Koba, 7 buah di Kecamatan Lubuk Besar, 3 buah di Kecamatan Namang, 17 buah di Kecamatan Pangkalan Baru, dan 11 buah di Kecamatan Sungai Selan, jadi total ada 61 APK yang melanggar,” tutur Wahyu.

Wahyu berharap, kedepannya para peserta Pemilu di Kabupaten Bangka Tengah dapat lebih taat aturan dalam pemasangan APK atau peraga kampanye.

“Pelanggaran didominasi tentang tata cara pemasangannya yang salah, seperti APK atau alat peraga yang dipaku di pohon, dipasang di tiang yang bukan milik pribadi serta yang pasang di tempat dilarang seperti di tempat ibadah, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan, sarana publik dan tempat pemakaman umum. Oleh  karena itu saya menegaskan, penertiban akan terus kami lakukan secara berkelanjutan hingga masa tenang nanti,” tegasnya.(BBR)


Penulis  : Faisal                                            
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review