Banyak Cara ASN Bisa Terlibat Korupsi, Salah Satunya Pura-Pura Tidak Tahu

Ahada
Banyak Cara ASN Bisa Terlibat Korupsi, Salah Satunya Pura-Pura Tidak Tahu
Sebanyak 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengikuti paparan tentang Korupsi dan Pemberantasannya dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, di GOR Sahabudin Pangkalpinang, Kamis (18/6/2020). (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Ranu Mihatdja SH MHum mengaku, pihaknya mengadakan paparan tentang pemberantasan korupsi ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, sebagai bentuk dukungan terhadap program Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman.

Tujuannya agar ASN di lingkungan Pemprov Babel terhindar dari perilaku korupsi dalam menjalankan tugasnya.

“Korupsi bisa terjadi karena si pelaksana pekerjaan (ASN) tidak tahu, pura-pura tidak tahu, lalai, atau disengaja. Ada 42 jenis tindak korupsi, dan dari jumlah tersebut bisa dikelompokkan menjadi 8 tindak pidana korupsi,” ungka Ranu.

Dalam rangka mengantisipasi bisa terlibat tindak pidana korupsi, maka sebanyak 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengikuti paparan sekilas tentang Korupsi dan Pemberantasannya dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung.

“Paparan tentang korupsi dan pemberantasannya kali ini yang ke-32 semenjak saya menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung,” ungkap Ranu, saat mengawali paparannya di GOR Sahabudin Pangkalpinang, Kamis, (18/6/2020).

Kajati Ranu menjelaskan, kondisi Indonesia saat ini cukup kaya. Indonesia memiliki pantai terpanjang dan terindah di dunia, hutan terluas nomor tiga dunia, penghasil timah nomor dua dunia,  penghasil tembaga terbesar nomor tiga dunia, serta pengekspor LNG terbesar nomor tiga dunia.

“Dengan kekayaan yang demikian banyak, mengapa tidak membuat makmur masyarakatnya?” ujarnya.

Dalam penjelasannya, korupsi sudah merambah ke seluruh struktur masyarakat, dan hal ini terjadi bisa disebabkan kelemahan sistem, lingkungan, atau oleh individu-individu.

Ini ragam bentuk korupsi...

  • Halaman
  • 1
  • 2