Bappilu PDI Perjuangan Bateng : Jangan Paksa ASN Ikut Politik Praktis

faisal
Bappilu PDI Perjuangan Bateng : Jangan Paksa ASN Ikut Politik Praktis
Ketua Bappilu PDI Perjuangan Bateng, Andre Ristian.

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDI Perjuangan Kabupaten Bangka Tengah, Andre Ristian mengingatkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak terlibat dalam politik praktis dan tetap berada di posisi netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan berlangsung pada Desember 2020.

Hal ini ia sampaikan setelah dirinya mendapat informasi adanya isu pergerakan dan keterlibatan ASN baik tingkat Kecamatan, kelurahan, RT maupun penyuluh dalam politik praktis dengan tujuan memenangkan salah satu paslon.

"Melibatkan ASN untuk dijadikan ujuk tombak kampanye jelas dilarang dan tertuang dalam Undang-undang ASN, baik yang mengajak atau diajak akan dikenakan sanksi jika terbukti melakukan hal tersebut, untuk itu kepada pihak manapun agar tidak mengunakan intrumen ASN untuk politik praktis karena negara membentuk ASN itu untuk mengurus birokrasi bukan pelayan politik kepentingan,"ujarnya

Ia berharap jangan pernah seret ASN ke politik praktis dan jangan iming-imingi mereka dengan kenaikan jabatan atau mengintimidasi ASN dengan akan dipindahkan jika tidak menurut, kasian ASN karena mereka bekerja secara profesional.

"Kami akan memantau, jika ada ASN terindikasi melakukan pelanggaran terkait etika netralitas ASN, akan kami laporkan dan tuntut sesuai sanksi yang tertuang dalam UU,"terangnya

Selain itu, Andre juga menyampaikan pentingnya pengawasan dari pihak Bawaslu agar ASN jangan sesekali berani terlibat dalam politik praktis karena akan akan berbahaya untuk karirnya sendiri jika terbukti

"Kami turut meminta kepada pihak Bawaslu Bangka Tengah, untuk tetap mengawas agar pilkada bateng berjalan kondusif, salah satunya dengan mengawas netralitas ASN agar jangan sampai terlibat dalam tim pemenangan,"pungkasnya. (BBR)


Editor    : Admin03