Bayi 6 Bulan Warga Pemali Terpapar Covid-19

Ahada
Bayi 6 Bulan Warga Pemali Terpapar Covid-19
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra . (ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra SKM MPH mengatakan adanya pasien sembuh dari Covid-19 sebanyak 21 orang.

Ke 21 orang tersebut brinisial TT warga Sungailiat, S warga Sungailiat, S warga Sungailiat, HL warga Pemali, AS warga Pemali, MHA warga Sungailiat, WA warga Mendo Barat, dr F warga Merawang, A warga Sungailiat, O warga Sungailiat, FK warga Pemali, N warga Pemali, R warga Pemali, DW warga Pemali, S warga Pemali, S warga Pemali, G warga Pemali, RH warga Pemali, NM warga Pemali, FS warga Pemali dan F warga Pemali.

Kemudian untuk kasus baru yang hari ini ada sebanyak 14 orang yang terpapar, yaitu O (28) warga Rebo, Sungailiat, NFMP (10) warga Air Ruai, Pemali, FKR (2) warga Air Ruai, Pemali, EW (45) warga Air Duren, Pemali, FR (49) warga Air Ruai, Pemali, FS (9) warga Jalan Duyung, Pemali, SK (69) warga Air Ruai, Pemali, GNE (19) warga Pemali, RH (24) warga Pemali, DW (49) warga Karya Makmur, Pemali, RM (6 bulan) warga Kenangan, Pemali, SN (64) warga Air Ruai, Pemali, UAP (31) warga Batu Rusa, Merawang dan NMP (18) warga Air Ruai, Pemali.

Untuk saat ini untuk Kabupaten Bangka masih menunggu hasil swab yang dilakukan pihak laboratorium Provinsi Bangka Belitung dengan membutuhkan waktu sekitar 1 minggu bagi setiap orangnya. Jadi pihaknya menghimbau kepada masyarakat yang sudah melakukan Swab dan belum keluar hasilnya di minta untuk melakukan isolasi mandiri secara baik.

"Alhamdulillah setelah dilakukan pantauan di beberapa tempat, masyarakat sudah rata rata menggunakan masker dengan rasio 80 persen. Kemudian untuk perkembangan vaksin, pemerintah telah menyediakan untuk masyarakat sesuai dengan syarat yang telah ditentukan," ujarnya, Minggu (17/1/2021).

Boy Yandra menuturkan pemberian vaksin Covid-19 tahap selanjutnya akan diberikan kepada sumber daya manusia kesehatan atau tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan yang berjumlah 3.560 orang. Dan tahap untuk SDMK akan diberikan sejumlah 1.780.

"Saya berharap kepada petugas SDMK yang telah mendapatkan pemberitahuan, untuk mendaftarkan diri guna mendapatkan E-barcode. Semoga tidak ada lagi keraguan dan ketakutan ketika akan dilakukan vaksin," pungkasnya. (BBR)
Laporan: ibnu