Begini Kondisi Tamroni Saat Ini, Pemulung Yang Jadi Korban Tabrak Lari

kasmirudin
Begini Kondisi Tamroni Saat Ini, Pemulung Yang Jadi Korban Tabrak Lari
Tamroni (ist)


PANGKALPINANG, BABELREVIEW -- Jodoh, rezeki dan maut, memang tak ada yang tahu. Begitu pula yang menimpa diri Tamroni, sosok yang menjadi tulang punggung keluarga dengan kesibukan sehari-hari mengumpulkan barang-barang bekas ini harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya saat ini tak bisa beraktifitas layaknya orang biasa.

Mengapa ? Cerita sedih tersebut dimulai pada Jumat 6 April 2018 lalu, Tamroni yang kesehariannya mengumpulkan barang bekas berangkat dari rumah dengan semangat dan senyuman seperti biasa. Tak disangka senyum tersebut ternyata jadi awal kesedihan yang tak terkira bagi Tamroni.


Hari itu, ternyata jadi hari paling menyedihkan bagi Tamroni. Karena menjadi korban tabrak lari oleh pengendara mobil yang tak bertanggung jawab.
Tak lama setelah kejadian, informasi kecelakaan Tamroni pun sampai keluarganya yang sontak langsung mendatangi rumah sakit, dimana Tamroni dirawat.

Kesedihan pun langsung menyelimuti keluarga Tamroni saat itu. Ibunya Tamroni, Rosita (41) pun tak dapat menggambarkan kesedihan yang ia rasakan.


"Hari itu, saya gak tau lagi gimana perasaan saya, melihat anak terbujur di rumah sakit menahan kesakitan. Membuat saya tak bisa membayangkan apapun," ujar Rosita kepada Babel Review.


Saat tim Babel Review berkunjung, Rosita pun menceritakan keadaan Tamroni. Awalnya setelah kecelakaan Tamroni sempat mengalami Koma dan mendapat jahitan di kepala. Namun, saat ini kondisi Tamroni sudah sadar dan bisa berbicara.


"Saat tahu dia sadar kami senang sekali, tapi ternyata cobaan tak sampai disitu. Saat ia sadar dari koma dan refleks menekukkan kaki, karena pegal mungkin terlalu lama selonjoran, kemudian kakinya tidak bisa kembali diluruskan. Sejak saat itu sampai saat ini kondisi Tamroni masih terbaring di kasur dengan Kaki menekuk," ceritanya.


Diakui Rosita, dengan kondisi keluarga yang serba tak berkecukupan membuat proses pengobatan Tamroni masih belum maksimal. Untuk itu uluran tangan para dermawan sangat dibutuhkan.


"Saat ini Tamroni memang membutuhkan pengobatan yang itensif dan menurut dokter yang menanganinya saat ini Tamroni perlu melakukan Terapi, agar dapat berjalan seperti sedia kala. Biaya terapi sendiri memerlukan dana Rp150 ribu perhari dan untuk bulan pertama perlu dilakukan setiap hari sembari mengevaluasi perubahan yang terjadi," imbuhnya. (BBR)


Penulis :Diko
Editor   :Kasmir
Sumber :Babelreview