Begini Nasihat Ketua Dekranasda Babel; Saatnya Lulus Kuliah Jadi Entreprenuer

Ahada
Begini Nasihat Ketua Dekranasda Babel; Saatnya Lulus Kuliah Jadi Entreprenuer
Ketua Dekranasda Provinsi Babel, Melati Erzaldi bersama mahasiswa di Taman Anggrek di Desa Tanah Bawah Kabupaten Bangka (ist)

Begini Nasihat Ketua Dekranasda Babel
Saatnya Lulus Kuliah Jadi Entreprenuer

 

"Calon pelaku UMKM kita harus berani untuk memulai, jangan malu untuk memulai langkah kecil. Tahapan kecil seperti inilah yang juga dilalui perusahaan sebesar unilever"
Melati Erzaldi
Ketua Dekranasda Babel

 

PEMALI, BABELREVIEW.CO.ID – Mahasiswa dan Mahasiswi Bangka Belitung diajak menjadi socialpreneur untuk menciptakan suatu usaha yang memberikan dampak luas kepada masyarakat.

Ajakan ini disampaikan langsung Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Melati Erzaldi, dalam kegiatan Seminar dengan tema "Meningkatkan Daya Saing UMKM Masyarakat Bangka Belitung Berbasis Ekonomi Kreatif Dalam Era New Normal".

Acara yang memberi motivasi para generasi muda dan calon enterprenuer Bangka Belitung ini berlangsung di Taman Wisata Sungai Upang, Desa Tanah Bawah, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Rabu (23/12/2020).

“Sudah bukan jamannya kita bercita-cita jadi pegawai. Kini, masa kita untuk bekerja sama dan menciptakan satu pekerjaan, serta mendirikan satu usaha yang membuka peluang pekerjaan untuk masyarakat,” ujar Melati Erzaldi. 

Sebagai kontributor utama pembangkit ekonomi Indonesia, UMKM layak mendapatkan perhatian khusus. Terbukti, setelah krisis 1998 sektor yang mampu membangkitkan ekonomi nasional adalah UMKM. 

Hal yang sama dilakukan untuk menyikapi permasalahan ekonomi sebagai dampak dari pandemi. Kini, UMKM mengalami “downgrade”, tidak mati tapi omset mengalami penurunan drastis. Oleh karena itu, menurutnya dukungan kepada UMKM harus selalu digalakkan. 

Para pelaku UMKM harus terus diberikan wawasan dan pengetahuan, agar memiliki mental dan kreativitas yang mumpuni untuk tetap bertahan di kala pandemi. 

“Calon pelaku UMKM kita harus berani untuk memulai, jangan malu untuk memulai langkah kecil. Tahapan kecil seperti inilah yang juga dilalui perusahaan sebesar unilever,” ujarnya. 

Namun untuk memulai suatu usaha harus memiliki perhitungan yang matang. Tentukan sasaran pasar, kemudian analisis kebutuhan pasar. Setelah kebutuhan pasar telah ditentukan, calon pelaku UMKM dapat memprediksi produk yang akan dihasilkan.

“Kalau produknya sudah siap dan berkualitas  dan pasarnya sudah ditentukan, langkah selanjutnya adalah kemasan produk. Kemasan memiliki pengaruh yang besar. Kemasan ini lah yang akan menentukan ketertariakan masyarakat terhadap suatu produk. Ketika usaha ini semakin besar, pelaku usaha akan membuka lapangan pekerjaan kepada masyarakat,” ujarnya. 

Dalam kegiatan ini, Ketua Dekranasada Melati Erzaldi juga mengajak Babel Creathorium untuk bergabung dalam seminar untuk berbagi pengalaman mengenai UMKM.

“Seperti usaha Kak Toel, Ketua Creathorium yang memulai dari usaha menanam padi. Dengan kreativitas dan pengetahuannya, Kak Toel menambahkan bibit lele di lahan sawah dan ternyata hal ini berhasil. Setelah itu, ia kembangkan lagi dengan membuat pelet lele. Tentu hal ini tak bisa dilakukan sendiri oleh Kak Toel, ia membuka lapangan kerja kepada masyarakat sekitar rumahnya,” ungkapnya. 

Kegiatan ini diinisiasi oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pangkalpinang dalam rangka memperingati hari lahir korpri ke-53 sekaligus Hari ibu. 

“Terus berkarya, terus bekerja, dan terus semangat untuk mengejar visi misi nya dalam menumbuh kembangkan UMKM untuk memperkuat ekonomi daerah,” pungkasnya. (BBR)
Sumber: Kominfo Babel