Begini New Normal Ala Ritual Adat Suku Jering, Sardi: Silahkan Acara Adat Digelar, Asal..

Ahada
Begini New Normal Ala Ritual Adat Suku Jering, Sardi: Silahkan Acara Adat Digelar, Asal..
Adat adat berendam sunat di Dusun Belar Desa Ibul Kecamatan Simpangteritif Kabupaten Bangka Barat. (Ist)

MUNTOK,BABELREVIEW.CO.ID— Ritual adat budaya selalu digelar masyarakat adat pada waktu tertentu dan momentum tertentu pula.

Demikian halnya dengan Suku Jering atau Komunitas Jering yang tetap eksis melestarikan adat budaya nenek moyangnya, seperti sedekah kampung.

Ritual ini biasa selalu dilaksanakan pada Bulan Syawal hingga Bulan Rabiul Akhir, kecuali dibulan Dzulkaidah atau bulan Apet yang dilarang menggelar acara keramaian.

“Sekarang sudah New Normal ya. Artinya aktivitas kehidupan sudah kembali seperti biasa. Lockdown yang bulan Maret lalu kita umumkan sudah kita cabut, “ demikian dikatakan Ketua Lembaga Adat Negeri Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat Dato Sardi MM DPMP, disela menghadiri acara Sedekah Kampung Dusun Belar, kepada Babelreview, Minggu (21/6/2020).

Namun demikian, lanjut Sardi, kegiatan ritual adat pada masa New Normal ini tidak digelar sebagaimana sebelumnya.

Upaya memutus dan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Bangka Barat tetap menjadi yang utama.

“Acara adat silahkan digelar, tapi tetap tidak mengumpulkan orang banyak dan jangan ada pertunjukan musik. Boleh saling silaturahmi, akan tetapi tetap wajib menjaga jarak, pakai masker, dan selalu mencuci tangan,” ujar Sardi.,

Di Bulan Dzulhijjah agenda gelar adat tidak hanya di Suku Jering, namun biasanya dilaksanakan di Ketapik, Shukaw, Ampang, Kadele dan komunitas adat lainnya di Kabupaten Bangka Barat.

Oleh karena itu kepada panitia diharapkan tetap patuh kepada aturan yang telah ditentukan pemerintah.

“Kita tidak melarang acara adat. Silahkan, tapi tetap patuh aturan dan tetap menerapkan protocol kesehatan,” harap Sardi.

Ia mengatakan Lembaga Adat Negeri Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat sangat mengharapkan pengertian para tetua adat dan tokoh adat di Bangka Barat.

“Kita berharap Corona segera berlalu. Sehingga acara adat kita bisa kembali seperti biasa,” harap Ketua DPD Pasukan Adat Nusantara Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.

Berdasarkan pantauan, acara sedekah kampung di Dusun Belar tidak seperti biasanya dengan acara seremonial dan suguhan musik di panggung atau Balai Desa.

Demikian juga dengan acara arak-arakan sekeliling kampung ditiadakan, setelah berendem dan sunat oleh dukun, peserta langsung dibawa keluarganya ke rumah masing-masing.

Sementara semua keluarga dari luar Dusun Belar harus periksa suhu tubuh di pos panitia.  (BBR)

Laporan: @hada