Belajar Hidup Sehat Bersama Corona, Simak Penjelasan Direktur RSUP Babel Ini

Ahada
Belajar Hidup Sehat Bersama Corona, Simak Penjelasan Direktur RSUP Babel Ini
Direktur RSUP Ir Soekarno Bangka Belitung (Babel), dr Armayani Rusli. (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Angka kasus Covid-19 di Bangka Belitung terus bertambah setiap harinya.

Bahkan beberapa sudah dikategorikan kedalam transmisi lokal.

Namun, Angka kesembuhan pun terus naik, setidaknya 50 persen lebih pasien Covid-19 di Babel telah dinyatakan sembuh. 
Kendati demikian, masyarakat harus tetap waspada, karena virus tersebut masih ada dan obatnya belum ditemukan.
Untuk itu protokol Covid-19 harus tetap dilaksanakan sembari terus menerapkan gaya hidup sehat.
Direktur RSUP Ir Soekarno Bangka Belitung (Babel), dr Armayani, membagikan kiat hidup sehat ditengah pandemi.
Armayani mengatakan yang paling utama saat ini adalah mentaati anjuran yang diberikan pemerintah khususnya mentaati Protokol Covid-19.
" Lakukan pysical distancing, pakai masker dan cuci tangan, setiap pulang ke rumah selalu mandi dan ganti baju. Hindari keramaian dan tetap melakukan aktifitas sehari hari," katanya Kepada Babelreview.
Namun ada hal yang penting yang lain yang bisa dilakukan yakni dengan menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh. 
Hal tersebut bisa didapat dari konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, termasuk vitamin.
Tak hanya mengkonsumsi makanan sehat saja, dr Armayani juga menganjurkan Kepada masyarakat untuk mulai rutin berolahraga
"Ini harus dibarengi dengan kualitas tidur yang cukup atau istirahat yang cukup. Untuk itu tidur selama enam sampai delapan jam sehari, ditambah dengan sering mengkonsumsi air hangat satu sampai dua liter perhari," ungkapnya.
Armayani berpesan kepada masyarakat yang terjangkit virus corona atau Covid-19 ini untuk tetap positif thinking dan segera melakukan upaya-upaya mengisolasi diri ketempat yang telah disediakan.
"Bila positif siapkan diri untuk isolasi di tempat-tempat yang sudah disediakan, makan dan minum yang bergizi, olahraga, membaca ayat-ayat atau bible. Hindari juga membaca postingan-postingan media atau WhatsApp yang membuat stres," ujarnya.
Sementara itu, kepada masyarakat, jika ada pasien positif Covid-19 atau keluarganya diharapkan dapat memberikan dukungan moril. Hal ini sangat penting untuk kesembuhan mereka.
Masyarakat diminta untuk saling memberikan dukungan bagi pasien yang terpapar covid-19 untuk mempercepat penyembuhan covid-19.
Selain menjaga imunitas tubuh dan menerapkan protokol kesehatan, proses penyembuhan pasien covid-19 juga bergantung pada dukungan dari lingkungan. 
Dokter Spesialis Patalogi Klinik Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Pangkalpinang, dr Nafiandi SpPK menjelaskan masa penyembuhan pasien terpapar covid-19 tidak sama. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyembuhannya. 
“Ada beberapa faktor penyembuhan, diantaranya berat ringan klinisnya, daya tahan tubuh pasien sendiri, banyaknya jumlah virus yang ada pada pasien itu sendiri, dan faktor lainnya yang secara secara umum mempengaruhi penyembuhan terhadap suatu penyakit. Faktor Psikologis dan dukungan akan sangat baik untuk mempercepat pemulihan,” katanya. 
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, masyarakat tidak perlu khawatir atau mengucilkan pasien yang terpapar maupun yang sudah sembuh.
Pasalnya, ketika pasien sudah dinyatakan sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan PCR ditubuhnya sudah tidak ada virus lagi dan tidak akan menularkan. 
“Setelah sembuh berarti virusnya sudah tidak ada sama dia. Pasien dinyatakan sembuh kalau PCR nya susah negatif, jadi tidak akan menularkan lagi ke orang lain,” ujarnya.
 
Untuk memutus rantai penyebaran...
  • Halaman
  • 1
  • 2