Belasan Tahun Beroperasi di Wilayah Babel, Bantuan Langsung Operator Seluler Ditunggu!

Ahada
Belasan Tahun Beroperasi di Wilayah Babel, Bantuan Langsung Operator Seluler Ditunggu!
Pemerhati Kebijakan Publik dan Ketua Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Bangka Belitung (LP5 Babel), Jumli Jamaluddin. (Ist)

"Sehingga perlu menjadi kepedulian pihak pimpinan atau pengelola perusahaan-perusahaan telekomunikasi di Bangka Belitung, agar dapat membantu masyarakat yang selama ini telah membantu menjadi pelanggannya, sehingga mereka memperoleh keuntungan. Tidak salahnya keuntungan di tengah covid ini dibalikkan sedikit dalam bentuk bantuan langsung kepada masyarakat"

Jumli Jamaluddin

 

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Situasi saat ini membuat ekonomi masyarakat garis bawah (baca: kurang mampu) makin terpuruk akibat dampak pamdemi covid-19. 

Kondisi ini juga telah menjangkiti sisi sosial dan psikologi masyarakat terdampak.

Apalagi masyarakat menengah ke bawah atau ekonominya pas-pasan kerja sehari untuk makan sehari, golongan ini hanya bisa menjerit dalam diam mereka.

"Makanya bantuan apapun yang bisa kita berikan kepada mereka, akan sangat membantu dan berarti untuk keberlangsungan hidup mereka sehari-hari. Apapun bentuk bantuannya dapat sedikit meringankan beban mereka," ujar Jumli Jamaluddin, Pemerhati Kebijakan Publik dan Ketua Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Bangka Belitung (LP5 Babel), Jumat (1/5/2020).

Menurut Jumli, tentunya masyarakat di Bangka Belitung sangat berharap selain bantuan dari pemerintah, juga ada donasi pribadi, kumpulan sumbangan  masyarakat yang disumbangkan melalui perwakilan masyarakat seperti Ormas, OKP, LSM, Media dan lain sebagainya, termasuk BUMN maupun perusahaan swasta yang mencari nafkah di Bumi Serumpun Sebalai ini.

"Harusnya juga seperti perusahaan yang bergerak dibidang telekomunikasi berbagai provider yang ada di Bangka Belitung sangat diharapkan kepeduliannya untuk dapat membantu masyarakat Babel yang terdampak covid 19. Jangan terkesan cuek dan tak perduli," tukas Jumli.

Tidak saja bantuan langsung seperi paket sembako yang ditunggu warga dari operator seluler seperti Telkomsel, XL maupun IM3, Ketua Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Bangka Belitung (LP5 Babel) ini  juga meminta, para operator seluler bisa memberikan bantuan dalam bentuk kemudahan layanan dan layanan gratis jaringan maupun dalam bentuk subsidi. 

Apalagi saat ini masyarakat memerlukan berbagai informasi secara online baik tentang perkembangan wabah covid 19, untuk bidang pendidikan, kesehatan, maupun berbagai bidang yang diperlukan informasinya,  baik dengan menggunakan paket data, wifi dan bentuk fasilitas jaringan telekomunikasi lainnya. 

Jujur untuk saat ini masyarakat sangat terasa berat untuk membeli paket data, membayar wifi dan jaringan telekomunikasi lainnya, mengingat terpuruknya ekonomi yang luar biasa bagi kalangan menengah kebawah. 

"Sehingga perlu menjadi kepedulian pihak pimpinan atau pengelola perusahaan-perusahaan telekomunikasi di Bangka Belitung, agar dapat membantu masyarakat yang selama ini telah membantu menjadi pelanggannya, sehingga mereka memperoleh keuntungan. Tidak salahnya keuntungan di tengah covid ini dibalikkan sedikit dalam bentuk bantuan langsung kepada masyarakat," ungkap Jumli.

Telekomunikasi, kata Jumli, merupakan bentuk layanan publik yang wajib disediakan kepada masyarakat atau publik.

Kemudian publik berhak mendapatkan layanan tersebut serta kemudahan maupun keringanan bahkan layanan gratis disaat pandemi covid 19 yang menimpa negeri ini dan hampir seluruh belahan dunia.

"Mengingat termasuk penyelenggaraan dan pelaksanaan layanan telekomunikasi merupakan amanah undang-undang yang ditunjuk oleh negara atau pemerintah untuk menyelenggarakan dan melaksanakan pelayanan tersebut. Bahkan juga bentuk pelayanan yang diamanahkan oleh UU No.25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik," tukas Jumli.

Karena itu, kata Jumli, cukup beralasan jika masyarakat Bangka Belitung mempertanyakan keperdulian para operator seluler yang sudah beroperasi belasan tahun di wilayah Bangka Belitung ini. (BBR)
Laporan: @hada