Belitung Mulai Sepi, Bangka Barat Tutup 2 Ikon Wisata

Ahada
Belitung Mulai Sepi, Bangka Barat Tutup 2 Ikon Wisata
Jalan Pramuka di Tanjung Pandan Kabupaten Belitung. Di sepanjang jalan ini sudah berdiri banyak hotel. (Ichsan/babelreview.co.id)

BABELREVIEW.CO.ID -- Meskipun terlihat stabil pada bulan Februari 2020 lalu, namun penurunan signifikan jumlah wisatawan mancanegara baru terasa pada bulan Maret 2020. Kunjungan wisatawan menurun sekitar 40 %. 

Hal ini diketahui dari data Kantor Imigrasi Tanjungpandan Kabupaten Belitung. Bahkan sejak akhir pekan kedua Maret, banyak pembatalan tiket Air Asia dari Kuala Lumpur ke Tanjungpandan. 

Puncaknya, Pemerintah Malaysia menghentikan lalu lintas masuk keluar negaranya, yang ikut membuat Air Asia Kuala Lumpur-Tanjungpandan stop sementara. 

Pada penerbangan terakhirnya 18 Maret, menurut Data Imigrasi Tanjungpandan, hanya 3 penumpang yang datang menggunakan pesawat Air Asia dengan kode penerbangan QZ-246 tersebut, yang kesemuanya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali pulang ke tanah air. 

Anjuran dari Pemda Belitung untuk membatasi pergerakan masyarakatnya juga sedikit banyak mempengaruhi gairah wisata. Siswa sekolah diliburkan dan dihimbau untuk melaksanakan kegiatan di rumah saja.

Kondisi ini telah membuat penurunan tingkat hunian kamar hotel di Belitung. Seperti disampaikan Dhea Juanita, Sales Marketing Manager La Lucia Hotel yang mengungkapkan penurunan tingkat hunian kamar di hotel La Lucia sebesar 26% di bulan Maret ini saja. Penyebabnya, banyak pembatalan reservasi. 

Menyikapi kondisi ini, ‌pihak hotel berupaya semaksimal mungkin dalam menjaga keamanan dan kenyamanan para tamu hotel dengan cara menerapkan sejumlah SOP, antara lain menyediakan fasilitas kesehatan handsanitizer di lobby serta memberikan hand soap yang mengandung antibacterial di rest room demi memberikan rasa aman bagi tamu. 

Selain itu juga melakukan pengecekan suhu tubuh bagi setiap tamu yang datang. Tidak lupa pihak hotel juga mengoptimalkan kebersihan kamar dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada saat petugas housekeeping membersihkan kamar. Cara ini untuk memastikan setiap kamar bersih dan aman bagi para tamu.

Sementara itu, untuk menghadapi dampak penurunan tingkat hunian, secara internal pihak hotel melakukan beberapa langkah, antara lain optimalisasi jam kerja karyawan untuk mengimbangi tingkat hunian yang ada, dan juga optimalisasi sumber daya yang ada tanpa mengurangi kualitas produk dan pelayanan hotel.

Tidak saja Belitung yang mulai defisit wisatawan. Ternyata Kabupaten Bangka Barat juga mengalami hal serupa. Hanya saja belum ada data pasti berapa besar penurunan kunjungan wisatawan ke Bangka Barat.

Apalagi dalam satu bulan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menutup sementara dua obyek wisata ungulan yang ada. Gunung Menumbing dan yang biasanya ramai dikunjungi oleh wisatawan,  untuk saat ini ditutup dalam upaya antisipasi penyebaran virus corona  (Covid-19).

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Bambang Haryo Suseno, menjelaskan kepada BBR bahwa penutupan sementara objek wisata ini menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Babel Nomor:556/0271/DISBUDPAR(17/03/20), tentang perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat sebagai pihak pengelola daya tarik wisata perlu mengambil keputusan dan bertindak sedini mungkin terhadap pencegahan virus corona (COVID-19). Mulai tanggal 18 Maret 2020 s/d 30 April 2020 .

"Pesanggrahan Gunung Menumbing dan Pantai Baturakit ditutup untuk sementara, dan apabila dikemudian hari keadaan sudah mulai membaik maka obyek wisata tersebut akan dibuka kembali dan para petugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang bertugas dilapangan mereka tetap  bekerja seperti biasa," tegas Seno.

Walaupun dua objek wisata di Mentok itu merupakan objek utama yang selama ini menjadi sumber pendapatan asli daerah di Kabupaten Bangka Barat, tetapi sebagai langkah pencegahan, penutupan sementara ini diharapkan dapat meminimalisir dan juga  sebagai langkah antisipasi, mengingat kedua obyek wisata ini merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dari berbagai daerah. 

Pantauan BBR, di dua lokasi tersebut saat ini telah terpasang tulisan pengumuman kepada wisatawan bahwa obyek wisata tersebut ditutup sementara. (BBR)


Laporan: Ichsan & Buditio