Beredar Selebaran Status Zona Covid Masjid di Kota Pangkalpinang, DMI Minta Polisi Usut Tuntas Selebaran Itu!

Bangahada
Beredar Selebaran Status Zona Covid Masjid di Kota Pangkalpinang, DMI Minta Polisi Usut Tuntas Selebaran Itu!
Ketua Dewan Pakar DMI Kota Pangkalpinang, Dr Iskandar MHum. (ahada)
Copy selebaran yang menuliskan data masjid disesuaikan dengan zona terkait covid-19. (sumber: DMI Kota Pangkalpinang)
Copy selebaran yang menuliskan data masjid disesuaikan dengan zona terkait covid-19. (sumber: DMI Kota Pangkalpinang)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kabar beredarnya data masjid-masjid yang disebut-sebut tercatat dalam beragam zona terkait pandemi covid-19 beberapa hari terakhirnya ini telah membuat resah masyarakat Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dalam selebaran yang beredar tersebut, ditulis bahwa masjid-masjid yang ada di Panglkalpinang telah masuk dalam zona merah, putih, maupun orange.

Kondisi ini membuat masyarakat meminta ada penjelasan dari pihak berwenang, terkait kabar tersebut.

Untuk memastikan kebenaran kabar tersebut, Babel Review mengkonfirmasi langsung kepada Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Pangkalpinang, Rabu (19/5/2021).

Ketua DMI Kota Pangkalpinang, Ustadz Johan SAg, secara tegas menyatakan bahwa DMI tidak pernah dikonfirmasi oleh lembaga manapun terkait selebaran yang membuat resah masyarakat Muslim Kota Pangkalpinang tersebut.

"DMI Kota Pangkalpinang tidak mengetahui siapa yang membuat data itu. Selaku Ketua DMI, saya katakan itu tidak dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai membangun opini masjid jadi pusat cluster," tegas Ustadz Johan.

Agar tidak semakin membuat resah masyarakat Muslim Pangkalpinang, Ustadz Johan meminta Satgas Covid PGK dan pihak berwajib untuk mengusut tuntas berita yang disebarkan tersebut.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar DMI Pangkalpinang Dr H Iskandar MHum juga memberikan pandangan sama bahwa ini adalah cara-cara yang tidak baik dan menjelekkan masjid-masjid di Pangkalpinang.

"Selama ini di Pangkalpinang belum pernah terdengar masjid jadi masalah karena covid. Saya harap ini diusut tuntas jangan membuat resah umat, sehingga membuat umat takut ke masjid," tukas Iskandar.

Sebelumnya, kata Iskandar, Dirinya permah mengusulkan data-data terkonfirmasi covid bisa di tracking dari wilayah dan kluster mana, sehingga kita tidak menjustifikasi secara keseluruhan.

"Kok ini malah masjidnya yang didata sebagai clister. Saya minta kepda pihak berwenang jika menyangkut masjid harap dikoordinasi dengan DMI Pangkalpinang," tandasnya. (BBR)