Bhayangkara dan Keteladanan Patih Jeneng Kari

Ahada
Bhayangkara dan Keteladanan Patih Jeneng Kari
Ketua FBI Babel, Sardi MM bersama Pengurus audience Dengan Bupati Bangka Barat, Markus SH. (Ist)

Bhayangkara dan Keteladanan

Patih Jeneng Kari

Oleh : Sardi, S.Pd.I., MM
Ketua PW FBI (Pengurus Wilayah Farum Bhayangkara Indonesia) Prov. Kep. Bangka Belitung

 

BABELREVIEW.CO.ID -- Setiap tanggal 1 Juli diperingati oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Polri atau yang lebih popular HUT Bhayangkara.

Sejarah penamaan Bhayangkara sendiri berasal dari nama pasukan elite yang pernah dipimpin Mahapatih Gajah Mada pada zaman Kerajaan Majapahit di abad ke-14 Masehi.

Kemudian istilah Bhayangkara ditetapkan Pemerintah dengan Nomor 11 Tahun 1946 yang diteken Presiden Sukarno sebagai institusi keamanan Negara.

Gajah Mada mengawali kariernya pada 1313 sebagai prajurit, kemudian ditunjuk sebagai bekel atau komandan Bhayangkara, pasukan elite pengawal raja.

Di bawah komando Gajah Mada, Bhayangkara semakin kuat dan solid.

Gajah Mada yang memimpin kesatuan Bhayangkara beberapa kali berhasil mencegah ancaman dan upaya-upaya pemberontakan terhadap kekuasaan Majapahit, juga menjaga ketenteraman warga.

Puncaknya pada 1319. Kala itu, menurut buku Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya (1979) yang ditulis Slamet Muljana, Gajah Mada bersama 15 orang prajurit Bhayangkara sukses mengamankan Raja Jayanegara dari pemberontakan yang dimotori salah seorang petinggi istana bernama Ra Kuti.

Setelah menumpas aksi pembangkangan Ra Kuti, Gajah Mada menyatakan berhenti sebagai komandan pasukan Bhayangkara.

Sebagaimana catatan penulis local dan cerita dari mulut ke mulut, pasukan Bhayangkara yang dipimpin Patih Gajah Mada pernah ke Pulau Bangka dan menaklukkan kekuasaan Pulau Bangka.

Sutedjo Sujitno dalam bukunya Legenda dalam Sejarah Bangka, 2011 menceritakan bhayangkara Majapahit setidaknya pernah dua kali ke Bangka.

Pertama dipimpin langsung Gajah Mada dan yang kedua dipimpin Tumenggung Dinata.

Gajah Mada menguasai Pulau Bangka, menetapkan sistem Kepatihan (pemerintahan)  dan penetapan tapal batas kekuasaan.

Masyarakat Suku Jering mengenal seorang Patih, yang...

  • Halaman
  • 1
  • 2