Biaya Angkut yang Mahal Penyebab Harga Cabe Merah Melonjak

kasmirudin
Biaya Angkut yang Mahal Penyebab Harga Cabe Merah Melonjak
Biaya angkut yang mahal membuat beberapa bahan kebutuhan pokok di Kota Pangkal Pinang melonjak naik pascalebaran Idul Fitri 1440 H. (dok)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Kepala Bidang Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, Eka Subehi mengatakan, hingga hari ini harga Bahan pokok di Kota Pangkal Pinang masih stabil.

Hal tersebut berdasarkan data yang dihimpun Tim dari Dinas Koperasi UMKM, dan Perdagangan yang melakukan pemantauan di sejumlah pasar di Kota Pangkal Pinang, di antaranya Pasar Ratu Tunggal dan Pasar Pagi.

Umumnya harga bahan atau kebutuhan pokok di satu pasar tidak jauh beda dengan pasar lainnya.

Berikut Harga Kebutuhan pokok per Hari ini Rabu (26/6), diantaranya :

  1. Beras Rp. 12.500,00 - Rp. 12.750,00 / Kg.
  2. Gula Rp. 12.000,00 - Rp. 13.000,00 / Kg.
  3. Daging Sapi Rp. 120.000,00 / Kg.
  4. Ayam Broiler Rp 27.500,00-Rp. 29.000,00/Kg
  5. Cabe Merah

- Biasa dan Keritting Rp.55.000,00 - Rp. 57.500,00 / Kg.

  1. Bawang Merah, Rp.33.000,00 - Rp. 38.000,00/Kg.
  2. Bawang Putih, Rp. 32.000,00 - Rp. 36.000,00 / Kg.

 

Jika dilihat dari data yang dihimpun memang beberapa jenis harga bahan pokok di Pasar ratu tunggal sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan harga bahan pokok di Pasar Pagi Pangkal Pinang.

Harga Cabe merah melonjak pascalebaran.

Diakui Eka, bahwa diantara bahan pokok yang ada di pasaran saat ini, cabe merah memang menjadi komoditi yang harganya mengalami lonjakan pascalebaran.

Jika dibandingkan dengan Harga diawal Ramadhan lalu, cabe merah di Kota Pangkal Pinang saat ini memang mengalami lonjakan signifikan. Dimana awal Ramadhan lalu harga cabe merah hanya berkisar Rp 29 ribu per kilogram, sedangkan saat ini harga cabe merah mencapai Rp 57 ribu per kilogram.

"Memang benar ada kenaikan harga, karena stok kita kurang. Apalagi biaya angkut dengan pesawat yang mahal saat ini," ungkapnya.

Karenanya, Eka berencana dalam waktu dekat akan berkordinasi dengan para distributor  untuk menekan harga cabe yang tinggi.

"Kalau untuk sampai kapannya kita belum tahu, perlu berkoordinasi dengan distributor.  Rencananya  juga akan kita gelar pasar murah menunggu jadwal Disperindag Provinsi Babel," pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Diko
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review