Bikin Bangga, Putra Bangka Dipercaya Negara Ghana Buat Pabrik Tapioka Modern

Irwan
Bikin Bangga, Putra Bangka Dipercaya Negara Ghana Buat Pabrik Tapioka Modern

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Meskipun saat ini wabah Pandemi Covid-19 sedang melanda dunia dan memberikan dampak yang tidak bagus terhadap seluruh sektor, putra asli Kabupaten Bangka Fidrianto yang merupakan Owner PT Bangka Asindo Agri tetap bisa bertahan dan berkarya, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri di belahan negara lain yaitu Afrika Barat.

PT Asindo Tech merupakan perusahaan karya anak bangsa saat ini, dan telah menjadi salah satu leader perusahaan di bidang engineering dan jasa konstruksi yang akan berperan kuat di market domestik maupun global.

Sehingga sekarang telah dipercaya oleh salah satu perusahaan yang bernama Jospong Group of Companies yang berada di Republik Ghana, Afrika Barat untuk membangun sebuah pabrik pengolahan tepung tapioka yang modern.

Kerja sama itu terlaksana dalam rangka menindaklanjuti atas kunjungan yang dilakukan oleh Emmanuel Boate, Evas Keane Atom, Dr. Mercy Gardiner dan Dr. Kwaku Ofosu Adarkwa dari Jospong Group of Companies pada tanggal 31 Oktober 2019 yang lalu.

Kunjungan yang dilakukan saat itu bertujuan untuk melihat bagaimana proses pembuatan tepung tapioka dan teknologi yang digunakan.

Pada saat mengunjungi PT BAA satu tahun yang lalu, Emmanuel mengatakan bahwa untuk proses pembuatan tepung tapioka hingga sampai dengan pengolahan limbah cairnya sudah menggunakan mesin dan sistem yang sangat canggih.

Dia menilai semua proses yang dilakukan perusahaan sudah terintegrasi dari awal hingga akhir dengan sistem modernisasi.

Menurutnya, pengolahan limbah cair menjadi biogas yang dilakukan oleh perusahaan adalah suatu langkah profesional untuk mencegah emisi bebas gas metana yang dapat menyebabkan meningkatnya efek rumah kaca.

Selain itu, gas yang dihasilkan dapat memiliki nilai ekonomi jika digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga atau generator.

Salah satu point penting hasil dari kunjungan tersebut adalah dengan akhirnya disepakati kerja sama antara Jospong Group of Companies dengan PT Asindo Tech dalam bentuk transfer teknologi dan mengasistensikan operasional pabrik.

Menyikapi hal tersebut, Owner PT Bangka Asindo Agri Fidrianto menyambut baik dan sangat mendukung adanya kerja sama antar dua negara ini.

Secara tidak langsung, artinya perusahaan (PT BAA) sudah diakui ditingkat internasional dan telah menjadi rujukan dalam pembangunan dunia ketiga termasuk negara berkembang lainnya.

"Mereka putuskan melakukan kerja sama ini karena pada saat melakukan kunjungan ke PT BAA pada tahun 2019 yang lalu. Melihat jika teknologi pengolahan tepung tapioka yang digunakan oleh perusahaan sangat canggih dan tepat guna untuk diaplikasikan ke seluruh negara," tegasnya.

Menyikapi kerja sama itu, Fidrianto menuturkan bahwa tidak bisa dipungkiri lagi jika saat ini perusahaan (PT BAA) sudah menjadi rujukan untuk negara-negara yang ingin mengembangkan industri tapioka.

Tentu saja semuanya ini membutuhkan proses dan tahapan yang tidak mudah.

Kerja sama yang terjadi antara pihaknya dan Jospong Group of Companies tidak serta merta seperti membalikkan telapak tangan, hari ini bertemu esok hari sepakat.

Fidrianto merasa bersyukur karena telah diundang dan dipercaya oleh Jospong Group of Companies yang ada di negara Republik Ghana untuk membantu membangun dan mengembangkan industri tapioka modern pertama di negara itu.

Sekaligus juga melakukan transfer teknologi dan memberikan pengetahuan operasional pabrik kepada putra-putri di negara Republik Ghana.

"Pabrik yang dibangun di Republik Ghana ini mempunyai kapasitas produksi 100 ton tepung tapioka per hari. Pada tahap pertama ini kami mengirimkan sebanyak 11 orang yang dimulai pada tanggal 4 Januari 2021 dengan kontrak selama 1 tahun, dan kemudian pada tahap kedua nanti pada bulan April 2021 akan mengirimkan lagi sebanyak 20 orang dengan kontrak 1 tahun. Saya menargetkan, mudah mudahan di pertengahan tahun ini sudah bisa trial produksi," pungkasnya. (BBR)

Laporan: Ibnu

Editor: Irwan