BNN Kota Pangkalpinang “Blender” 1.600 Gram Sabu

kasmirudin
BNN Kota Pangkalpinang “Blender” 1.600 Gram Sabu
BNN Pangkalpinang bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang, melakukan pemusnahan 1.600 gram narkotika jenis sabu, di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (23/10/2019). (Foto: Gusti)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang, “memblender” 1.600 gram narkotika jenis sabu. Pemusnahan narkotikan dengan cara dihancurkan dengan alat blender ini dilakukan di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Rabu (23/10/2019).

Kepala BNN Kota Pangkalpinang, AKBP Ichlas Gunawan mengungkapkan, sesuai aturan BNN Kota Pangkalpinang selaku penyidik, berkewajiban untuk memusnahkan barang bukti maksimal 7 hari, setelah Kejaksaan Negeri sudah menentukan pemusnahan terhadap barang bukti ini.

"Barang bukti yang kita musnahkan hari ini sebanyak 1.600 gram narkotika, dimana barang bukti ini kami dapatkan dari salah seorang tindak pidana dengan TKP di Kelurahan Pasir Putih, Pangkalpinang pada 12 Oktober 2019 lalu," kata AKBP Ichlas.

Dikatakan AKBP Ichlas, barang bukti tersebut didapatkan hasil dari pengungkapan pelaku pengedar sabu di kawasan Kelurahan Pasir Putih.

"Alhamdulillah saya cukup bangga dan mengapresiasi wali kota, kawasan Pasir Putih menjadi kelurahan bersinar sekaligus pusat kesehatan masyarakat,” katanya.

Sementara itu Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, mengapresiasi kerja keras pihak BNN Pangkalpinang atas penangkapan tersebut. Sehingga telah menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika.

Lanjutnya, saat ini sebanyak 126.000 ribu orang kurang lebih di Pangkalpinang menjadi target pasar untuk narkoba ini.

"Ini yang kedua kalinya pemusnahan barang bukti dilakukan disini. Kita sangat mengapresiasi kerja keras Pak Ichlas dan kawan-kawan semua terhadap penangkapan sabu-sabu ini. Jangan berani macam-macam para bandar narkoba di kota Pangkalpinang," tegas walikota yang biasa disapa Molen.

Dikatakan Molen, selain memberantas peredaran narkoba, virus HIV/AIDS di Pangkalpinang patut diwaspadai.

"Hampir 300 orang pengidap HIV/AIDS yang melaporkan, yang tidak melaporkan wallahu a’lam. Jadi ini bahaya antara narkotika dan HIV/AIDS oleh sebab itu ini jadi masalah kita bersama, kita target 0 persen untuk narkoba," katanya. (BBR)


Penulis  : Gusti
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review