GTPPC-19 Kabupaten Bangka Serahkan Bukti Penyebaran Berita Hoax ke Polres Bangka

Ibnuwasisto
GTPPC-19 Kabupaten Bangka Serahkan Bukti Penyebaran Berita Hoax ke Polres Bangka
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan (GTPP) Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bangka, Boy Yandra SKM MPH. (Foto.Ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Bangka Boy Yandra SKM MPH menanggapi serius dengan adanya isu yang beredar di media sosial bahwa di Kabupaten Bangka masuk dalam zona merah Covid-19.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris di Dinas Kominfotik Kabupaten Bangka ini mengharapkan kepada masyarakat untuk menggubris dan berkomentar apapun mengenai berita tersebut.

"Kami sudah memastikan dan berkoordinasi dengan pihak BPBD Provinsi Bangka Belitung, dan mereka mengatakan jika pihaknya tidak membuat informasi itu. Jadi kita sudah bisa pastikan jika informasi yang beredar di media sosial itu dinyatakan hoax," ujarnya kepada wartawan Babelreview, Senin (8/6/2020).

Lebih lanjut, dia mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari dan merespon berita-berita yang belum diketahui kebenarannya. Dan pihaknya juga meminta kepada masyarakat jika menerima berita yang belum tahu apakah berita itu benar atau tidak agar tidak menyebar luaskan kemana-mana.

"Berita hoax seperti itu dapat membuat keresahan di tengah-tengah masyarakat, namun saya yakin tidak ada masalah di masyarakat. Kami sudah melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib (Polres Bangka red.), mudah-mudahan pihak hukum akan mencari orang yang mengedarkan berita tersebut," tukasnya.

Menurutnya, bagi siapa saja yang menyebarkan informasi hoax atau data daripada pasien Covid-19 akan dikenakan sanksi hukum. Jadi bagi masyarakat harus berhati-hati dalam menyikapi adanya informasi dari orang yang tidak bertanggungjawab.

"Kami sudah menyerahkan bukti-bukti penyebaran informasi tersebut ke pihak Polres Bangka, dan kita masih terus melakukan koordinasi. Dan tetap ada saksinya bagi pelaku penyebaran berita hoax itu, karena sudah ada undang-undangnya seperti UU ITE," tutur Boy Yandra.

Jubir Covid-19 Kabupaten Bangka ini kemudian menerangkan jika pihaknya akan menangani kasus ini dengan serius. Bagi siapapun pelakunya jika sudah ditemukan akan segera dipanggil untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Mudah-mudahan penyebaran berita hoax ini tidak akan terjadi lagi, karena kejadian ini sangat meresahkan sekali bagi masyarakat. Semoga saja pelakunya cepat didapat agar masyarakat tidak resah lagi," tutupnya. (BBR)


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review