Sekolah Percontohan Era Covid-19 untuk Kabupaten Bangka Dialihkan ke SMA Negeri 1 Belinyu

Ibnuwasisto
Sekolah Percontohan Era Covid-19 untuk Kabupaten Bangka Dialihkan ke SMA Negeri 1 Belinyu
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bangka, Boy Yandra SKM. MPH. (Foto.Ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Rencana dari Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung menjadikan SMA Negeri 1 Pemali sebagai salah satu sekolah percontohan era Covid-19, dengan melihat segi data Covid-19 dan reaktifnya beberapa orang maka kegiatan belajar mengajar tanggal 2 Juni 2020 resmi dibatalkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Bangka, Boy Yandra SKM MPH setelah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait, Minggu (31/5/2020).

"Maka diputuskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, dialihkan ke SMA Negeri 1 Belinyu. Dengan pertimbangan di Kecamatan Belinyu dari segi data Covid-19 masih bersih dan Camat Belinyu juga menerima jika SMA Negeri 1 Belinyu dijadikan sebagai sekolah percontohan era Covid-19, dan untuk pelaksanaan tinggal menunggu kesiapan dari SMA Negeri 1 Belinyu," tukasnya.

Lebih lanjut Boy Yandra menegaskan untuk pelaksanaan belajar mengajar nanti, SMA Negeri 1 Belinyu harus mengikuti prosedur dan protokol yang ditentukan oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi dan prosedur Covid-19. Semuanya ada 16 peraturan salah satunya setiap ruang harus ada tempat cuci tangan, jaga jarak diatur, wajib memakai masker, setiap siswa harus di term suhu badan, jika terdapat siswa yang suhu badan dia tas 38 celcius atau sakit batuk pilek diharuskan pulang.

"Dan nantinya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka akan melakukan rapid test terhadap semua guru, kepala sekolah, tenaga administrasi, penjaga sekolah dan semua siswa yang gunanya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19," jelasnya.

Setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Belinyu, mendapatkan informasi bahwa jumlah siswa sekitar 367, guru serta tenaga administrasi dan penjaga sekolah sekitar 40 orang.

"Dengan jumlah ruangan sebanyak 10 ruang, maka kelas 10 dan 11 bisa dilakukan secara bersamaan. Dan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Belinyu sudah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan proses belajar mengajar sesuai dengan instruksi dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung," pungkasnya. (BBR)


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review