Breaking News – Langit Pangkalpinang Berduka, 100 Lebih Warga Jadi Korban Jatuhnya Lion Air

kasmirudin
Breaking News – Langit Pangkalpinang Berduka, 100 Lebih Warga Jadi Korban Jatuhnya Lion Air
Ratusan anggota keluarga penumpangan jatuhnya maskapai Lion Air JT 610 rute Jakarta – Pangkalpinang, menunggu di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Senin (29/10/2018). (foto: Diko)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW – Tidak saja sanak saudara dan keluarga penumpang pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang berduka.  Ternyata langit di atas Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga ikut berduka.

Sejak Senin (29/10/2018) mulai sekitar pukul 09.30 WIB, awan hitam menaungi Kota Pangkalpinang. Diselingi hujan yang membasahi Bumi Serumpun Sebalai ini, semakin membuat suasana duka makin teras.

Hingga pukul 14.00 WIB, awan hitam masih belum beranjak dari langit Kota Pangkalpinang. Selimut hitam tebal seakan turut berduka cita terhadap musibah yang merenggut 100 lebih warga Pangkalpinang dan sekitar.

“Hari ini suasana duka begitu terasa di Kota Pangkalpinang. Awan gelap dan hujan makin membuat suasana haru. Mungkin ini pertanda alam juga ikut berduka,” ujar Supriadi, salah satu warga Pangkalpinang yang berada di Bandara Depati Amir Bangka.

Sementara ribuan warga Pangkalpinang dan sekitar memenuhi halaman Bandara Depati Amir Bangka, untuk mencari informasi berkaitan dengan keluarga mereka yang masuk dalam manifest penumpang Lion Air JT 610.

Ribuan sanak keluarga penumpang ini terlihat ada yang menangis, bahkan ada yang terlihat lunglai tidak mampu menahan kesedihan menunggu kabar kepastian keluarga mereka yang menjadi penumpang pesawat Lion Air JT 610.

“Kami masih berharap ada keajaiban bahwa saudara kami selamat. Semoga Allah bekehendak lain dengan kelaurga kami ini,” ujar Risma salah satu saudara korban penumpang pesawat Lion Air JT 610.

Risma mengaku sekeluarga menunggu di Bandara Depati Amir, untuk mendapatkan kepastian kabar keluarga mereka. Sementara dua orang keluarga mereka sudah berangkat ke Jakarta untuk mencari tahu kabar nasib saudaranya di Bandara Soekarno-Hatta. (BBR)


Penulis : Kusuma
Editor   : Kasmir
Sumber :Babelreview