Bukannya Ditimbun, Tanah Galian Camuy Malah Dibuang ke Lahan Reklamasi PT Timah

kasmirudin
Bukannya Ditimbun, Tanah Galian Camuy Malah Dibuang ke Lahan Reklamasi PT Timah
Gundukan bekas galian tambang Bukong yang dibuang ke lahan bekas pemerataan reklamasi PT Timah. (foto: Andre)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW -- Perjanjian penutupan lubang bekas Tambang Inkonvensional (TI) ilegal milik Bukong yang berlokasi tepat di belakang  Kantor Bupati Bangka Selatan, nampaknya hanya isapan jempol belaka.

Sebab, instruksi dari pihak Satpol PP Basel tersebut sampai saat ini belum dilaksanakan oleh warga Simpang Ampera, Toboali Bangka Selatan.

Kepala Wasprod IV PT Timah wilayah Bangka Selatan Edy Suryadi, melalui Rusli selaku Pengawas Tambang (Wastam), membenarkan jika sampai saat ini BK belum juga menutup lubang galian bekas tambang miliknya.

Dikatakan Rusli, gundukan bekas galian tambang Bukong tersebut dibuang ke lahan bekas pemerataan reklamasi PT Timah. Sementara eksavator milik BK, tak lagi berada di lokasi.

“Tadi saya cek ke lokasi timbunan lubang itu belum ditutup dan timbunannya di buang ke lahan perataan persiapan untuk reklamasi PT Timah," jelas Rusli saat ditemui awak media.

Terpisah,  Kepala Sat Pol PP Kabupaten Bangka Selatan, Saut Ritonga, tak berkomentar banyak saat ditanya soal  kewajiban BK yang tak kunjung ditepati.

Selain itu, dirinya juga belum bisa memastikan apakah lubang camuy tersebut telah ditutup BK. Namun rencananya, besok Saut akan mengecek temuan tersebut.

Padahal sebelumnya Saut mengaku alasan pihaknya mengembalikan kunci kontak ekskavator tersebut lantaran BK telah menjalankan intruksi pihaknya yang meminta supaya menyetop segala aktiftas pertambangan dan menimbun lubang camuy.

"Owh ya sudah, besok aja kita lihat ya," ujar Saut singkat, Selasa (22/10/2018).

Diberitakan sebelumnya, pihak satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka Selatan, menyita kunci kontak eksavator (PC) milik Bukong, warga Simpang Ampera Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Penyitaan ini, lantaran PC milik Bukong kedapatan beroperasi di Tambang Inkonvensional (TI) ilegal persis di belakang kantor Bupati Bangka Selatan. (BBR)


Penulis : Andre
Editor   : Kasmir
Sumber :Babelreview