BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID – Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menginstruksikan Dinas Sosial (Dinsos) memperkuat verifikasi dan validasi data masyarakat miskin guna mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Algafry saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), Senin (27/7/2026). Ia mengapresiasi penurunan angka kemiskinan ekstrem dari 1,15 persen pada 2024 menjadi 0,78 persen pada 2025, namun menegaskan target nasional nol persen masih harus diperjuangkan.
Menurut Algafry, validasi data by name by address menjadi kunci agar seluruh program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi tepat sasaran. Bangka Tengah juga menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penyusunan program penanggulangan kemiskinan.
Selain pembenahan data, Bupati meminta Dinsos memperkuat koordinasi dengan seluruh OPD agar setiap intervensi pemerintah berjalan terpadu. Pemkab Bangka Tengah, kata dia, tidak hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi juga memperluas program pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan keterampilan dan bantuan usaha bekerja sama dengan berbagai instansi.
“Dengan data yang semakin akurat, koordinasi yang semakin kuat, serta intervensi yang tepat sasaran, kami optimistis target penghapusan kemiskinan ekstrem di Bangka Tengah dapat diwujudkan,” ujar Algafry.









