Bupati Bangka Tarmizi Tantang Mahasiswa Demo Pemkab Bangka, Tapi Ada Syaratnya

kasmirudin
Bupati Bangka Tarmizi Tantang Mahasiswa Demo Pemkab Bangka, Tapi Ada Syaratnya
Bupati Bangka, Tarmizi H Saat ketika menerima rombongan mahasiswa KKN Universitas Bangka Belitung (UBB) Angkatan ke 13, dan puluhan mahasiswa Universitas 11 Maret, Surakarta, di halaman Kantor Pemkab Bangka, Kamis (12/7/2018).(foto:ist)

BANGKA, BABELREVIEW -- Bupati Bangka Tarmizi H Saat menantang kalangan mahasiswa untuk mengkritisi semua kebijakan dan program yang dilaksanakan Pemkab Bangka.

Bahkan, ia mengaku tak keberatan sekalipun didemo, asalkan untuk kepentingan memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan dari pemkab kepada masyarakat.

Berbicara ketika menerima 208 mahasiswa KKN Universitas Bangka Belitung (UBB) Angkatan ke 13, dan puluhan mahasiswa Universitas 11 Maret, Surakarta, yang akan melaksanakan KKN di Kabupaten Bangka, Kamis (12/07/2018), Tarmizi mengingatkan salah satu tugas mahasiswa selaku intelektual muda adalah mengkritisi program dan kebijakan pemerintah daerah.

“Tugas kalian itu mengkontrol kebijakan-kebijakan pemerintah provinsi dan kabupaten. Mana yang kurang, tunjukkan! Tak usah takut pada gubernur, atau bupati sekalipun. Semua sama, kalau makan nasi ‘kan cuma sepiring. Itu semua untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Tarmizi bersemangat di depan halaman Pemkab Bangka, Sungailiat.

Hadir dalam acara ini Wakil Rektor I UBB Ismed Inonu, Dekan Fakultas Hukum UBB Syamsul Hadi, semua dosen pembimbing lapangan (DPL) KKN UBB untuk tujuh desa di Kabupaten Bangka, staf Bupati Bangka, wakil dari pimpinan Universitas 11 Maret Surakarta, dan para undangan.

Menurut Tarmizi, dalam kepemimpinannya selaku kepala daerah yang terbuka, ia menilai segala bentuk koreksi, masukkan dan langkah-langkah serta mengkritisi semua kebijakan dan program yang diluncurkan, adalah sesuatu yang positif. Bahkan terkandung niat baik untuk mempermudah dan meningkatkan pelayanan pemkab kepada masyarakat.

“Demikian pula dalam bentuk demontrasi. Sudah saya tunggu-tunggu selama empat tahun terakhir ini, tapi tidak ada demo. Sejauh ini, pemkab Bangka telah menerima 18 perguruan tinggi. Dialog, diskusi, FGD (focus group discussion) amat penting untuk menyempurnakan kebijakan dan program dari pemkab,” tukas Tarmizi.

Pada sisi lain efek dari kritik, atau demo sekalipun, menurut Tarmizi menjadi pemantik agar para staf dan pegawai Pemkab Bangka bekerja lebih baik, dan kemudian memberikan pelayanan lebih bagus ketimbang sebelumnya.

Ia memtamzilkan hal itu sebagai katak rebus dalam bejana yang perlu disiram dengan air panas, sehingga dapat meloncat jauh. (BBR)


Penulis : Kusuma
Editor   :Kasmir
Sumber :Babelreview