KOBA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah (Pemkab Bateng) memberikan hadiah umrah kepada dua santri terbaik dalam Wisuda TKA/TPA Angkatan XXI dan XXII LPPTKA-BKPRMI (Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) Bangka Tengah tahun 2024 dan 2025. Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bangka Tengah, Kamis (24/07/2025).
Santri terbaik Wisuda TKA/TPA Angkatan XXI adalah Hamidah (12), anak dari pasangan Robi dan Amiliati, berasal dari Desa Pinang Sebatang. Sementara itu, santri terbaik Angkatan XXII adalah Rinda Alistia (13), anak dari pasangan Juliadi dan Endang Elistiawati, berasal dari Desa Nibung.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyerahkan langsung hadiah umrah beserta uang saku kepada kedua santri terbaik tersebut.
“Dengan adanya hadiah umrah ini, kita berharap dapat memberikan motivasi bagi anak-anak, khususnya di Bangka Tengah, untuk terus berlomba dengan semangat dan riang gembira dalam belajar Al-Qur’an dan ilmu agama,” harap Algafry.
Ia menambahkan bahwa terwujudnya generasi Qur’ani tidak lepas dari peran para guru, khususnya melalui lembaga BKPRMI yang terus berupaya mendidik anak-anak dengan tekun.
“Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan BKPRMI Bangka Tengah yang luar biasa dalam mendidik para santri hingga menghasilkan generasi Qur’ani. Kami akan terus mendukung program dan kegiatan BKPRMI dalam membumikan Al-Qur’an maupun ilmu tauhid,” ucapnya.
Sementara itu, Amiliati (39), ibu dari Hamidah, mengucapkan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan Pemkab Bangka Tengah dan BKPRMI.
“Alhamdulillah, ini prestasi yang sangat membanggakan bagi kami sebagai orang tua. Di usia hampir 40 tahun saja kami belum bisa berangkat ke Tanah Suci, tapi anak kami yang masih belasan tahun sudah diberi jalan untuk umrah. Semoga ini membawa berkah bagi keluarga kami,” ujarnya penuh haru.
Amiliati menjelaskan bahwa prestasi yang diraih putrinya merupakan hasil dari ketekunan dalam belajar Al-Qur’an dan ilmu agama, baik di TPA maupun di majelis taklim desanya.
“Hamidah belajar Al-Qur’an sepulang sekolah di TPA. Setelah Salat Asar lanjut belajar lagi di majelis taklim, dan malamnya latihan hadrah. Semoga ini jadi motivasi bagi santri-santri lainnya,” tuturnya.* Sumber: Diskominfosta Bangka Tengah










