Buronan Terpidana Korupsi Bank Sumsel Ditangkap Tim Tabur Kejagung

Ahada
Buronan Terpidana Korupsi Bank Sumsel Ditangkap Tim Tabur Kejagung
ilustrasi

JAKARTA, BABELREVIEW.CO.ID -- Tim Tabur (Tangkap Buron) Kejaksaan Agung kembali berhasil mengamankan terpidana tindak pidana korupsi atas nama inisial AJ di jalan widya chandra VIII Kav. 34, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (5/01/2021) pukul 21.30 malam.

Seperti yang telah beritakan oleh media online Trawangnews.com, disebutkan bahwa penangkapan buron Kejagung RI ini didasarkan atas siaran pers dari Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung yang bernomor : PR-06/K.3/Kph.3/01/2021 tanggal 5 Januari 2021.

Berdasarkan keterangan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH MH menjelaskan bahwa pengamanan itu dibantu oleh Tim Tabur Kejati Sumatera Selatan dan Tim Tabur Kejari Jakarta Selatan.

“Dibantu oleh Tim Tabur Kejati Sumatera Selatan dan Tim Tabur Kejari Jakarta Selatan, terpidana inisial AJ akhirnya berhasil diamankan," ujarnya.

AJ ini merupakan terpidana dalam perkara Tindak Pidana Korupsi Kredit Modal Kerja (KMK) Bank Sumsel. AJ telah terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1991 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Terpidana dijatuhi hukuman selama 8 (delapan) tahun penjara dan wajib membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13.4 Milyar. Apabila tidak sanggup membayar maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Dijelaskan Leonardo, penangkapan terhadap buronan atas nama terpidana AJ merupakan penangkapan yang kedua pada hari Selasa tanggal 5 Januari 2021.

Sebelumnya sekitar pukul 09:30 WIB, Tim Tabur Kejaksaan Agung telah berhasil menangkap terpidana Sebastian Hutabarat, DPO dari Kejati Sumatera Utara.

“Melalui program Tabur (Tangkap Buron) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan pertanggungjawabkan perbuatannya, karena tidak ada tempat yang nyaman bagi DPO,"pungkas Kapuspenkum Kejaksaan RI ini. (*/BBR)
Sumber : Trawangnews.com