Camat Merawang Hadiri Mediasi Terkait Sengketa Lahan Ketua DPRD Bangka

Ibnuwasisto
Camat Merawang Hadiri Mediasi Terkait Sengketa Lahan Ketua DPRD Bangka
Camat Merawang, Rismy Wira saat ditemui setelah melakukan mediasi di Kantor Desa Air Anyir, Sabtu (18/7/2020). (Foto.Ibnu)

MERAWANG, BABELREVIEW.CO.ID - Kasus sengketa lahan seluas kurang lebih 4 hektar berlokasi di Desa Air Anyir yang melibatkan antara Ketua DPRD Kabupaten Bangka, Iskandar Sip, Kepala Desa Air Anyir, Samsul, PT. Cindytama Putrindo dan sejumlah orang lainnya masih terus bergulir.

Hari ini Sabtu 18 Juli 2020 telah dilakukan pertemuan di Kantor Desa Air Anyir yang dihadiri Camat Merawang, Rismy Wira dengan beberapa pihak terkait yang bertujuan untuk menindak lanjuti penyelesaian masalah tersebut.

Saat ditemui awak media setelah melakukan raoat, Camat Merawang, Rismy Wira menyebutkan nantinya akan memanggil pihak BPN terutama orang-orang yang melakukan pengukuran tanah pada saat itu. Menurut pengakuan beberapa pihak masyarakat tidak ada yang tahu kejadian sebenarnya.

Pasalnya dalam masalah ini apakah memang adanya kesalahan koordinat pada saat pengukuran lahan dan hal ini masih dalam dugaan, ia menambahkan masalah itu mungkin juga karena lahan yang cukup luas. Disampaikannya, bahwasannya pihak dari PT. Cindytama Putrindo siap menghormati apapun hasil yang didapatkan.

Menurutnya, kalau terdapat permasalahan dengan tanah sudah memiliki sertifikat akan diselesaikan melalui proses hukum terlebih dahulu. Ia menjelaskan jika pertemuan hari ini untuk mengumpulkan orang-orang yang berkaitan dengan permasalahan tanah tersebut dan sebagai langkah awal dalam melakukan pendalaman kasus.

"Dengan sudah dikumpulkannya beberapa saksi ini salah satu upaya untuk menghindari supaya tidak ada saling tuduh antara si A atau si B. Mudah-mudahan nanti bisa kita temukan solusi yang terbaik, yang penting tanah itu sekarang masih ada," ujar Rismy.

Lebih lanjut dia tegaskan kalau lahan yang sudah di sertifikatkan ke BPN dan untuk menyelesaikan sengketa lahan tersebut membuka datanya harus di pengadilan. Dan pada kesempatan itu ia merasa heran jika permasalahan lahan itu sebelumnya tidak pernah menyangkut nama Iskandar.

"Kita ketahui kalau sebelumnya pihak PT. Cindytama Putrindo pernah bermasalah dengan pihak lain atas status lahan juga, dengan sidang gugatan sampah 5 tahun dan pihaknya memenangkannya. Dan pada saat itu tidak pernah muncul masalah lahan pak Iskandar. Dan pihak perusahaan siap dalam mengikuti setiap proses yang nanti akan dilakukan," imbuhnya.

Kemudian Rismy menegaskan seandainya memang Pak Iskandar sebelumnya pernah membayar pajak atas tanah tersebut, maka 1 satu batang tanam tumbuh yang terdapat dilahan itu sah milik Pak Iskandar.

Diakhir wawancara, Camat Merawang mengharapkan agar konflik permasalahan lahan milik Ketua DPRD Kabupaten Bangka segera mendapatkan titik temu. Mudah mudahan saja tanah Iskandar tidak masuk dalam sertifikat itu.


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review