Catatan Sepekan: Laka Maut Dua Tewas, Demo Ratusan Nelayan Bangka Selatan, Hilangnya Aset PT Koba Tin

kasmirudin
Catatan Sepekan: Laka Maut Dua Tewas, Demo Ratusan Nelayan Bangka Selatan, Hilangnya Aset PT Koba Tin
Kondisi mobil Honda Brio yang menghantam Honda Scoopy yang menyebabkan dua pengendara dan penumpangnya tewas, Jumat (20/1/2019). (dok)

PANGKALPINANG, BABEL REVIEW – Berbagai peristiwa di Provinsi Bangka Belitung yang terjadi dalam sepekan ini, mulai dari laka maut yang menewaskan dua pengendara, demo nelayan bangka selatan hingga hilangnya aset PT Koba Tin yang dirangkum babelrview.co.id dalam catatan sepekan.

Laka maut di Desa Pergam, dua tewas

Kecelakaan Lalu lintas (Lakalantas) maut terjadi di Jalan Desa Pergam Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (18/1/2019) siang.

Laka maut yang menewaskan dua orang itu terjadi, antara sepeda motor Honda Scoopy warna merah dengan mobil Honda Brio warna Putih.

Kasatlantas Polres Basel, AKP Bahori mengatakan identitas pengendara Honda Scoopy warna merah adalah Suhartina (30), warga Desa Bencah dalam keadaan meninggal dunia di Puskesmas Air Gegas sekira pukul 14.34 WIB.

"Sedangkan korban lainnya adalah Aini (33) warga Desa Bencah meninggal dunia di tempat kejadian," katanya.

Sementara itu, lanjut dia untuk pengemudi mobil Honda Brio warna putih dengan nomor polisi BN 1182 VA yakni Amrullah (45) warga Toboali, yang merupakan Plt Dinas Dukcapil Pemkab Bangka Selatan.

"Identits pengemudi Mobil Brio Putih ber Nopol BN 1182 VA warga Toboali dengan pekerjaan PNS di Lingkungan Pemkab Basel," tukasnya.

Ia menjelaskan, peristiwa bermula saat sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai Aini (33) melintas dari arah Toboali hendak menuju Desa Bencah. Sedangkan  mobil Honda Brio warna Putih BN 1182 VA yang dikendarai Amrullah  melintasi di ruas Jalan Desa Pergam dari arah Pangkalpinang menuju Toboali. Ntah kenapa tabrakan maut itu bisa terjadi.

"Aini (33) meninggal dunia di tempat dan Suhartina (30) meninggal dunia di Puskesmas Air Gegas. Sementara pengemudi Honda Brio Amrullah diamankan di Polsek Air Gegas dan diserahkan ke Unit Laka Lantas Polres Basel untuk dimintai keterangan," jelasnya.

 

Ratusan nelayan Bangka Selatan demo

Dari selatan Pulau Bangka, ratusan nelayan Bangka Selatan kembali mendatangi Mapolda Babel, Selasa (15/1/2019) setelah bermalam di Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Belitung.  Kedatangan nelayan dihalau oleh blokade anggota Polda Babel di depan pintu masuk Mapolda.

April selaku koordinator aksi, dalam orasinya menyuarakan tuntutan agar pihak penegak hukum untuk menangkap kapal compreng, kapal trawl dan tambang ilegal yang sudah lama beroperasi di perairan Bangka Selatan.

Para nelayan mengaku beroperasinya kapal compreng dan kapal trawl, telah membuat mata pencaharian mereka sebagai nelayan semakin menurun. Belum lagi aktivitas tambang ilegal di perairan membuat nelayan semakin terjepit.

Ratusan nelayan sudah dua hari melakukan unjuk rasa untuk mencari keadilan. Nelayan ingin tuntuntan mereka diterima langsung oleh Kapolda Bangka Belitung Brigjen Pol Istiono. Rencananya aksi unjuk rasa akan berlangsung hingga Kamis sampai tuntutan mereka diterima langsung oleh Kapolda Babel.

 

Aset PT Koba Tin Hilang

Penutupan PT Koba Tin memang masih meninggalkan polemik. Kondisi tersebut, membuat Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman merasa perlu mengambil sikap.

Hal tersebut disampaikan Erzaldi dalam rapat koodinasi yang menghadirkan Perwakilan Kementerian ESDM, Jajad Sudrajat, Bupati Bangka Tengah yang diwakili Sekda Bangka Tengah, Sugianto, Presiden Direktur PT Koba Tin, Utomo, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Sekretariat Daerah (Setda) Babel, Yanuar, Kepala Dinas ESDM Babel, Suranto, dan pihak-pihak terkait di Lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel lainnya.

Gubernur Erzaldi dalam arahannya, saat membuka Rakor di Ruang Tanjung Pendem Lantai II Kantor Gubernur Babel, Selasa (15/1/2019) pagi, menginginkan permasalahan penutupan Tambang PT Koba Tin cepat selesai dan tidak berlarut-larut, termasuk terkait perpanjangan masa penutupan PT Koba Tin selama 2,5 tahun oleh Kementerian ESDM. Untuk ltulah, kata Gubernur, Rakor yang merupakan inisiatifnya ini, digelar.

Diungkapkannya, saat ini, kondisi areal pertambangan PT Koba Tin banyak dirambah masyarakat. Hingga beberapa aset rusak, hingga hilang entah kemana. Alam semakin rusak, dan yang ditanam kembali pun tidak tepat. Bahkan gedung kompleks perkantoran yang saat penutupan dulu masih bagus, saat ini tinggal 60 persen pondasinya saja.

“Oleh sebab itu, dalam pertemuan ini mencoba mencari solusi terbaik. Saya berharap, dalam waktu dekat bisa menyelesaikan masalah Areal Penggunaan Lain (APL) yang lokasinya ada di sekitar Kantor PT Koba Tin. Sehingga dapat dilakukan apa yang bisa diperbuat dan dimanfaatkan,” ujar gubernur.

Kalau ada yang bisa dimanfaatkan, kata mantan Bupati Bangka Tengah itu, bisa dilibatkan masyarakat untuk memberdayakan tempat tersebut, baik sebagai sarana umum seperti Fasilitas olahraga maupun tempat wisata. Juga pemanfaatan lahan eks tambang Koba Tin bekerjasama dengan berbagai lembaga untuk pengembangan berbagai objek pertanian seperti sorgum dan serai wangi.

Namun, ditambahkan dia, tidak dipungkiri rencana itu terhalang oleh perizinan dari Kementerian ESDM yang belum selesai hingga saat ini. Maka dari itu, gubernur meminta keseriusan PT. Koba Tin untuk menyampaikannya secara jelas. (BBR)


Penulis  :  BBR          
Editor    :  Kasmir
Sumber :  Babelreview