Catatan Sepekan: Pemerintah Jerman Kelola Lahan Eks Tambang Timah, Polsek Sungai Selan Bersih-bersih Lingkungan, Pembunuhan Sadis di Desa Balunijuk

kasmirudin
Catatan Sepekan: Pemerintah Jerman Kelola Lahan Eks Tambang Timah, Polsek Sungai Selan Bersih-bersih Lingkungan, Pembunuhan Sadis di Desa Balunijuk
Foto Catatan Sepekan. (ist)

 

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Berbagai peristiwa di Provinsi Bangka Belitung yang terjadi dalam sepekan ini, mulai dari Pemerintah Jerman Kelola Lahan Eks Tambang Timah, Polsek Sungai Selan Bersih-bersih Lingkungan, Pembunuhan Sadis di Desa Balunijuk,  yang dirangkum babelrview.co.id dalam catatan sepekan.

Pemerintah Jerman Kelola Lahan Eks Tambang Timah

Perbaikan kembali atas lahan eks tambang timah di tanah Bangka Belitung terus dilakukan. Kali ini dilakukan di  lahan eks tambang di Air Kundur, Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka.

Perbaikan tersebut dilakukan Pemerintah Indonesia melalui Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan menggandeng PT Timah Tbk yang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Jerman dalam hal ini yakni Bundesanstalt für Geowissenschaften und Rohstoffe (BGR), untuk mereklamasi lahan kritis bekas penambangan timah di daerah tersebut.

Kerja sama ini ditandai dengan serah terima proyek reklamasi percontohan antara Pemerintah Jerman dengan Indonesia di lokasi Air Kundur Desa Bukit Layang Kecamatan Bakam, Rabu (20/2/2019).

Lahan kritis tersebut yang diolah menjadi lahan pertanian yang ditanami berbagai jenis tanaman seperti jagung, tomat, cabai, terong, pisang, mangga, dan lain lain.

Kepala Bappeda Babel Fery Insani mewakili Gubernur Bangka Belitung mengatakan, bahwa kegiatan reklamasi lahan kritis ini merupakan pilot project yang direkomendasikan oleh BGR. Dimana  pengelolaan lahannya melibatkan masyarakat Desa Bukit Layang melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Luas lahan ini yakni 18,5 hektare dengan rekomendasi pengelolaannya oleh BGR. Alhamdulillah sudah berjalan satu tahun ini,  dengan kerja sama yang juga melibatkan PT. Timah kita harapkan dapat membantu terkait pemberdayaan yang mungkin bisa menggunakan dana CSR," ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk Amin Haris Sugiharto, menyambut baik kerja sama yang dilakukan ini dengan harapan dapat didukung semua pihak, agar terwujud Good Minning Practice.

"Kerja sama ini tentu baik sekali, memperlihatkan bahwa sinergitas bisa dilakukan dengan luas. Kami mengapresiasi langkah BGR sebagai lembaga riset dari Jerman yang aware terhadap asal usul timah dan program pasca tambangnya. Hal seperti ini harus kita dukung bersama sebagai spirit dalam pelaksanaan good minning practic,” ungkap Amin.

Polsek Sungai Selan Bersih-bersih Lingkungan

Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional pada tanggal 21 Februari 2019 ini, Jajaran Polsek Sungai Selan bersama dengan masyarakat dan unsur Tripika Kecamatan Sungai Selan, melaksanakan kegiatan gotong royong, Kamis (21/2/2019) pagi.

“Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari ini dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Hal ini muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005. Dimana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa,” tutur Kapolsek Sungai Selan Iptu Mulya Sugiharto, SIK seijin Kapolres Bangka Tengah AKBP. Edison L.B Sitanggang, SIK.

Kapolsek menjelaskan, atas dasar itulah kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan secara bersama-sama dengan unsur Tripika Kecamatan Sungai Selan dan masyarakat dengan sasaran sampah-sampah yang berada di selokan air, serta alang-alang rumput.

"Hal ini semestinya rutin kita laksanakan demi terhindarnya bencana banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Sungai Selan. Apalagi saat ini cuaca sedang tidak menentu,” ucap Kapolsek.

Ia menambahkan, dengan adanya rutinitas gotong royong dan bersih-bersih, dapat menciptakan wilayah/perkampungan yang bersih dan sehat serta terhindar dari penyakit/bakteri.

Pembunuhan Sadis di Desa Balunijuk

Pembunuhan sadis menggegerkan warga Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Mayat seorang laki-laki ditemukan bersimbah darah didalam kos-kosan yang diduga tewas dibunuh orang tak dikenal, Jumat (22/2/2019) malam.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah warga yang datang memadati Tempat Kejadian Perkara (TKP), bahwa korban sempat minta tolong sebelum akhirnya tewas.

"Kalau kronologi kejadian pasti dak tau bang, cuma denger-denger sebelum ditemukan tewas korban sempat minta tolong," kata salah satu warga di lokasi kejadian.

Sementara itu tak lama berselang kabar pembunuhan terjadi, aparat kepolisian langsung mendatangi TKP.

Tak butuh waktu lama, kepolisian berhasil mengungkapkan kasus pembunuhan sadis itu. Diketahui identitas mayat lelaki tersebut adalah Domi (35) seorang pengawas pabrik bata. Tak lama setelah melakukan olah TKP sekitar 12 Jam, kemudian pihak kepolisian berhasil meringkus tersangka Rizal (40) yang tak lain ternyata pekerja di tempat pabrik bata tersebut.

Berdasarkan keterangan pelaku, ia melakukan perbuatan keji tersebut disebabkan rasa kesal dan cemburu yang sudah memuncak. Pasalnya, korban sempat melecehkan istri pelaku dengan menawarkan sejumlah uang, agar dapat memenuhi nafsu bejatnya dan sempat merayu untuk menjadi istri muda korban.

"Saya cemburu bang, gimana lah ya istri saya mau dikasih duit sama dia (korban-red) dua ratus ribu untuk sekali main (bersetubuh). Sebelumnya dia juga sempat nawarin istri saya untuk jadi istri mudanya dengan janji sejumlah uang," ceritanya kepada awak media. (BBR)


Penulis  : Kasmir                                                     
Editor    : Kasmir 
Sumber  :Babel Review