Catatan Sepekan: Penyebab Kelangkaan BBM di Bangka, Foto Salam Dua Jari Gubernur Erzaldi dengan ASN Viral, Peserta AIESEC Asal Mesir Tertarik dengan Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Selatan

kasmirudin
Catatan Sepekan: Penyebab Kelangkaan BBM di Bangka, Foto Salam Dua Jari Gubernur Erzaldi dengan ASN Viral, Peserta AIESEC Asal Mesir Tertarik dengan Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Selatan
Peserta Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) Yasmeen, bersama dengan Pokja Jurnalis Bangka Selatan. (dok)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Berbagai peristiwa di Provinsi Bangka Belitung yang terjadi dalam sepekan ini, mulai Penyebab Kelangkaan BBM di Bangka,  Foto Salam Dua Jari Gubernur Erzaldi dengan ASN Viral dan Peserta AIESEC Asal Mesir Tertarik dengan Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Selatan yang dirangkum babelrview.co.id dalam catatan sepekan.

 Penyebab Kelangkaan BBM dan Bahan Logistik di Bangka

Kelangkaan BBM dan bahan logistik dalam beberapa hari terakhir ini, membuat masyarakat Bangka kesulitan untuk mendapatkan BBM di sejumlah SPBU. Sebagian masyarakat itu semua disebabkan akibat cuaca buruk.

Namun ternyata penyebab terjadinya kelangkaan BBM dan bahan logistik, disebabkan kondisi Jembatan Emas yang mengalami troble mekanikal, posisi menutup alur hingga saat ini. Hal itu disampaikan pengelola Jembatan Emas melalui radio.

Sehubungan dengan belum adanya kepastian hasil dari perbaikan jembatan Emas,  hingga 4 Feb 19 pukul 01.53 WIB tidak bisa terbuka. Beberapa agen pelayaran kapal RoRo PT  BMNL, memutuskan untuk membongkar kembali muatan KM. Star Belitung yang sudah muat dari pada pukul 04.00 WIB yang rencananya akan diberangkatkan dari Pelabuhan Pangkalbalam ke Tanjung Ru Belitung dan lanjut ke Tanjung Priok Jakarta. Mengingat muatan yang ada di dalam kendaraan truk yang bermuatan sayur, ikan dan lainnya. Selain itu para sopir sudah berteriak minta bongkar, karena diklaim sama pemilik barang.

Selain itu juga keluhan disampaikan dari para pengguna jasa, terutama para pedagang buah-buahan san sayuran. Mereka menunggu kapal KM Salvia yang membawa komoditas buah buahan san sayuran, yang terdapat di dalam mobil yang sudah tertahan selama 4 hari di dalam kapal. Karena Jembatan Emas tidak bisa dilewati karena rusak. Ini yang membuat para pedagang mengalami kerugian, karena buah buahan yang ada di dalam KM Salvia mengalami kerusakan.

Salah satu pedagang sayuran, Bu Ade, yang meminta  agar sayur sayuran ada didalam truk di KM Salvia segera dikeluarkan, karena membuat sayuran rusak.

“Saya selaku konsumen /pengguna jasa KM Salvia merasa sangat dirugikan, kerena Jembatan Emas Batu Rusa 2 gak bisa dibuka. Barang - barang yang sangat dibutuhkan gak bisa dibongkar dan sayur mayur pada busuk semua,”katanya, Rabu (6/2/2019).

Foto Salam Dua Jari Gubernur Erzaldi dengan ASN Viral

Berkembangnya berita mengenai foto Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman dan beberapa ASN viral dengan salam dua jari di salah satu harian lokal dan masyarakat Bangka.

Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Bangka Belitung Marwan S.Ag angkat bicara. Ia mengatakan, bahwa saat itu hanyalah melakukan Salam Lestari, yang sudah sejak lama dikampanyekan dalam setiap acara di lingkungan Kementerian atau OPD yang terkait dengan kehutanan atau lingkungan hidup.

Dijelaskan oleh Marwan, bahwa foto itu diambil pada saat acara penanaman pohon di Bukit Sak Buk Desa Rebo pada 14 Januari 2019 yang dihadiri oleh Gubernur Erzaldi.

"Kami sayangkan foto tersebut menjadi viral, lantaran terjadi pro kontra ketika Gubernur Bangka Belitung bersama Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Bangka Belitung dan seorang pejabat Biro Ekonomi Pemprov Babel berfoto seolah-olah menunjukkan simbol dua jari lengkap dengan pakaian dinasnya," terang Marwan, Senin (4/2/2019).

Marwan menuturkan, mereka berfoto bersama saat itu dengan komponen masyarakat yang juga disaksikan secara luas oleh masyarakat yang hadir, seperti pelajar Pramuka, tokoh tokoh dari berbagai partai politik yang sengaja diundang untuk ikut melestarikan hutan di Babel. Tidak mungkin kami melakukan tindakan yang berbau politik praktis.

" Saya meminta kepada semua pihak untuk memahami bahwa sudah sejak lama jika ada acara di Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya selalu memberikan Salam Lestari dengan simbol dua jari," tukasnya.

Menurut Marwan, Salam Lestari dengan simbol dua jari ini sudah dikampanyekan jauh hari sebelum proses penetapan capres dan cawapres. Sehingga tidak ada hubungannya dan kaitan dengan simbol capres tertentu.

"Saya berharap agar foto tersebut dapat dipahami konteksnya dalam acara yang menyangkut lingkungan hidup dan kehutanan. Itu merupakan Salam Lestari semata-mata dan bukan bentuk lainnya yang menyebabkan kesalahan persepsi. Kami berharap dengan klarifikasi ini semuanya menjadi jelas dan terang benderang," tegasnya.

Peserta AIESEC Asal Mesir Tertarik dengan Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Selatan

Bergeser ke Selatan Pulau Bangka, kelompok Kerja (Pokja) Jurnalis Bangka Selatan bersama salah satu peserta Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) Yasmeen, berdiskusi tentang kebudayaan, pariwisata, dan sejarah Bangka Selatan serta dunia jurnalistik.

Dalam diskusinya, Yasmeen yang juga seorang jurnalis di negaranya Egypt (Mesir) bertanya terkait pariwisata, kondisi sosial masyarakat, kebudayaan dan sejarah yang ada di negeri junjung besaoh.

Dibantu oleh penerjemah bahasa, Yasmeen mengatakan bahwa dirinya tertarik untuk membuat tulisan tentang pariwisata dan kebudayaan di Basel, serta menggali informasi terkait beberapa sejarah ada.

"Saya sudah sepuluh tahun menekuni dunia jurnalistik di negara saya. Di Indonesia kebebasan wartawan sangat bebas serta diindungi Undang Undang. Berbeda jauh dengan di Mesir. Jurnalis di Mesir sangat dibatasi oleh pemerintah, ada rekan jurnalis yang ditahan pemerintah hanya karena mengkritik pemerintah," katanya, Senin (4/2/2019).

Sementara itu, Ketua Pokja Jurnalis Basel Dedy Irawan menjelaskan, pariwisata di Bangka Selatan sangat potensial untuk kebudayaan juga sangat beragam misalnya budaya Telok Herujo.

"Selain pariwisata dan kebudayaan yang banyak, Bangka Selatan juga memiliki banyak sejarah seperti asal usul nama Toboali, sejarah pahlawan Batin Tikal, Krio Panting dan juga masyarakatnya yang ramah," tutupnya. (BBR)


 

Penulis  : BBR     
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review