Catatan Sepekan: Wali Kota Sebut Bisa Mati Ngurus Banjir Sendiri, SDN 6 Denian Dilanda Banjir, Jumlah Lakalantas di Bateng Meningkat di Awal Tahun

kasmirudin
Catatan Sepekan: Wali Kota Sebut Bisa Mati Ngurus Banjir Sendiri, SDN 6 Denian Dilanda Banjir, Jumlah Lakalantas di Bateng Meningkat di Awal Tahun
Catatan Sepekan. (ist)

 

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Berbagai peristiwa di Provinsi Bangka Belitung yang terjadi dalam sepekan ini, mulai dari Wali Kota Sebut Bisa Mati Ngurus Banjir Sendiri, SDN 6 Denian Dilanda Banjir, Jumlah Lakalantas di Bateng Meningkat di Awal Tahun, yang dirangkum babelrview.co.id dalam catatan sepekan.

Wali Kota Sebut Bisa Mati Ngurus Banjir Sendiri

Wali Kota Pangkalpinang, H Maulan Aklil, langsung menyikapi hasil gowes (Natak Kampoeng” Bersama Gubernur Babel beberapa waktu lalu, dengan menggelar rapat kooordinasi membahas pelaksanaan pembangunan di Kota Pangkalpinang di Ruang Pertemuan Lantai 1 Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (26/2/2019).

Dalam rapat itu dihadiri oleh Forkopimda Kota Pangkalpinang, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, para Kepala OPD di Pemerintah Kota Pangkalpinang, serta para camat dan lurah se-Kota Pangkalpinang.

“Hasil natak kampoeng dengan Pak Gubernur beberapa waktu lalu  langsung kita follow up, supaya pekerjaan ini bisa segera kita action- kan dan mungkin ada tambahan kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan,”katanya.

Wali kota yang akrab disapa Molen ini menyatakan, dalam membangun Pangkalpinang ke depan semua pihak terkait harus bersinergi. Semua unsur terkait sampai ke tingkat camat dan lurah harus tahu apa yang akan dikerjakan kedepannya supaya membangun Pangkalpinang ini nyaman, enak, dan satu kesatuan.

Dijelaskannya, penataan kota merupakan fokus pembangunan dalam waktu dekat. Selanjutnya, masalah sarana dan prasarana, infrastruktur, dan penanganan banjir.

“Banjir ini nggak mungkin kita kerjakan sendiri, mati kita mengerjakan sendiri, duit kita dari mana? Dengan adanya bantuan dari provinsi mudah-mudahan bisa dan bantuan dari pusat tadi dari balai, Kementerian SDA. Itu duitnya dari luar semua datang ke kita, ini yang harus kita kerjakan sama-sama,” pungkasnya.

SDN 6 Denian Dilanda Banjir

Akibat hujan deras yang mengguyur semalaman, membuat beberapa titik di Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip dilanda banjir, Kamis ( 28/2/2019 ).

Banjir yang mengakibatkan tergenangnya beberapa titik lokasi di Desa Deniang salah satunya SD Negeri 6ini diperkirakan terjadi pada pagi hari, saat sebelum terjadinya aktifitas belajar mengajar di sekolah tersebut.

Yuliarno selaku Kepala Desa Deniang mengatakan, bahwa banjir yang secara kebetulan diakibatkan curah air hujan yang cukup tinggi beberapa hari ini, sehingga aliran air untuk mengalir ke sungai sangat lambat.

"Ada beberapa rumah warga sekitar yang juga terendam banjir dan ada 2 rumah warga yang cukup parah tingkat terendam banjirnya," ungkap Yuliarno.

Dikatakan Yulianto, musibah banjir ini tidak menimbulkan korban jiwa dan sempat kedatangan Tim SAR di lokasi kebanjiran.

"Sebelum saya menjabat sebagai Kades Deniang, Kades yang lama pun sudah mengajukan untuk Renovasi SDN 6 ,karena sekolah tersebut di saat turun hujan yang cukup lebat sering terendam banjir," tukasnya.

Pada saat dijabat kades yang lama belum ada kepastian tentang lahan,  tetapi di sekarang ini baru ada kepastian lahan untuk sekolah tersebut.

"Sampai saat ini kami tetap terus tindak lanjuti sampai tingkat kabupaten. Dan menurut informasi yang diterima dari sekretaris desa,  bahwa untuk renovasi SDN 6 Deniang tersebut akan mulai tahun 2019 ini," tutupnya.

Jumlah Lakalantas di Bateng Meningkat di Awal Tahun

Awal tahun 2019, tercatat kasus Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di wilayah hukum Kepolisian Resort (Polres) Bangka Tengah mengalami peningkatan dratis.

Data yang berhasil dihimpun babelreview.co.id, jumlah Lakalantas yang terjadi sejak awal tahun 2019 sudah menyentuh angka 10 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 10 orang.

"Belum genap 2 bulan di tahun 2019 ini, sudah ada 10 kasus lakalantas yang terjadi. Data ini meningkat drastis hingga 3 kali lipat,” ujar Kasatlantas Bangka Tengah, Iptu Waliyudin, Selasa (26/2/2019).

Waliyudin mengatakan, padahal pada tahun 2018 sempat terjadi penurunan jumlah lakalantas di banding tahun 2017 lalu.

"Tahun 2017 terjadi 40 kasus lakalantas, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 33 jiwa. Kemudian menurun pada tahun 2018, yang hanya menyentuh 31 kasus lakalantas dan hanya memakan 28 korban jiwa,” jelasnya.

Namun, memasuki awal tahun 2019 ini, ada potensi peningkatan kasus lakalantas. Biasanya setiap bulan itu paling banyak 2 sampai 3 kejadian lakalantas, sekarang sudah 10 lakalantas yang terjadi.

"Dengan meningkatnya kejadian laka ini, kita bersama stokeholder lain berencana akan meningkatkan imbauan dan sosialisasi pada lokasi titik-titik rawan yang sering terjadinya lakalantas, seperti di Jalan Arung Dalam, Jalan Raya Penyak, Jalan Simpang Gedong, dan Jalan Desa Cambai,” tuturnya. (BBR)

 


Penulis  : Kasmir                                                    
Editor    : Kasmir
Sumber  :Babel Review