Cegah Stunting dengan Aplikasi eHDW

Ahada
Cegah Stunting dengan Aplikasi eHDW
Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA PSD) Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3MD) Kemendes PDTT RI untuk Bangka Barat, Dato Sardi, S.Pd.I., MM mengadakan pelatihan Aplikasi eHDW, Senin (22 Juni 2020). (Ist)
Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA PSD) Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3MD) Kemendes PDTT RI untuk Bangka Barat, Dato Sardi, S.Pd.I., MM mengadakan pelatihan Aplikasi eHDW, Senin (22 Juni 2020). (Ist)
Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA PSD) Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3MD) Kemendes PDTT RI untuk Bangka Barat, Dato Sardi, S.Pd.I., MM mengadakan pelatihan Aplikasi eHDW, Senin (22 Juni 2020). (Ist)
MUNTOK, BABELREVIEW.CO.ID- Adanya aplikasi eHDW atau Human Development Worker akan mempermudah tugas dan fungsi kader desa.
Dengan adanya aplikasi mobile ini, maka  kader desa dapat lebih efektif mengadvokasi pemerintah desa.
 
Demikian diungkapkan Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar (TA PSD) Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3MD) Kemendes PDTT RI untuk Bangka Barat, Dato Sardi, S.Pd.I., MM kepada Babelreview.co.id, usai pengadakan pelatihan Aplikasi eHDW, Senin (22 Juni 2020).
 
“Alhamdulillah kita sudah melaksanakan Pengenalan dan Pelatihan kepada TPP dan KPM untuk Bangka Barat. Semoga Aplikasi eHDW ini permudah kader dalam menganalisis konvergensi stunting di desa. Yang kemudian Stunting bisa diatasi dengan baik,” ujar pria yang biasa dipanggil Dato ini.
 
Seperti diketahui, Kemendes PDTT RI telah menetapkan prioritas penggunaan dana desa yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Desa, PDTT (Permendesa) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Permendesa PDTT Nomor 11 Tahun 2019 dan Permendes No 7 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Permendesa No 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020, disebutkan bahwa dana desa dialokasikan untuk pencegahan Covid-19 serta pencegahan kekurangan gizi kronis (stunting).
 
“Pencegahan stunting di desa perlu didukung sistem informasi yang cepat dan akurat. Adanya aplikasi eHDW yang telah diluncurkan Kemendes PDTT RI diharapkan dapat mendukung layanan intervensi gizi masyarakat,” harap Sardi.
 
Sardi menambahkan, P3MD Bangka Barat bersama Dinsos PMD Bangka Barat telah memfasilitasi pengenalan dan IST/OJT kepada TPP (Tenaga Pendamping Profesional) dan KPM (Kader Pembangunan Masyarakat) agar dapat menggunakan dan menginput data melalui aplikasi di telepon seluler mereka masing. 
 
“Saat ini semuanya sudah dalam proses ya. Sebanyak 60 nomor HP KPM sudah kita daftarkan ke aplikasi. Tinggal kader download aplikasi di Play Store,” jelas Sardi.
 
Sardi juga menerangkan bahwa selanjutnya, aplikasi eHDW dan Indeks Desa Membangun (IDM) akan terintegrasi dengan sistem informasi EPPGBM (Elektronik Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dan akan menjadi dasar dalam penetapan lokasi desa prioritas (Desa Merah Stunting) dan rekomendasi intervensi lintas sektor.
 
“Cakupan menu aplikasi eHDW  meliputi data-data fasilitas desa. Misalnya Polindes, PAUD, Posyandu, Air Bersih dan Sanitasi serta penerima manfaat. Penerima manfaat itu adalah ibu hamil, ibu nifas,anak berumur 0 sampai 2 tahun serta anak yang berumur >2- 6 tahun,” jelas Sardi.
 
Selain itu,  eHDW diantaranya memiliki fitur diantaranya “Tugas Saya” , yang artinya KPM akan menerima notifikasi berupa kegiatan layanan yang akan diberikan kepada penerima manfaat.
 
“KPM perlu memantau dan memastikan intervensi layanan tersebut diterima oleh penerima manfaat,” tegasnya.
 
Selain itu ada fitur “Laporan Tahunan” , yakni menyajikan data dan informasi kegiatan pencegahan stunting yang sudah dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun.
Sedangkan “Laporan Triwulan” akan menyajikan skor desa yang telah dicapai dalam kurun waktu setiap triwulan.
 
“Secara khusus,aplikasi eHDW bertujuan untuk memfasilitasi data dan tugas manajemen kasus untuk KPM. Serta mengidentifikasi kesenjangan utama dalam pemberian layanan. Sehingga KPM dapat lebih efektif mengadvokasi pemerintah desa,” urai Sardi.
 
Ia  mengharapkan semua pihak dapat mensukseskan berfungsinya aplikasi ini. 
 
“Kepada Pemerintah Desa sangat diharapkan memperhatikan kader dan memfasilitasi agar berjalan sesuai target,” tambahnya.  (BBR)

 
Laporan: @hada