Cinta Tanah Air

Ahada
Cinta Tanah Air
Kevin sabri Mahasiswa Fisip UBB Departemen Ilmu Politik dan Penggiat litrasi Kosada Babel

CINTA TANAH AIR 

Oleh: Kevin Sabri

Mahasiswa Fisip UBB

Departemen Ilmu Politik & Penggiat litrasi

Kosada Babel

 

“Allahu akbar...!”  “Allahhu akbar...!” Merdeka...!

Dihari kemerdekaan tanah air tercinta dilanda yang namanya virus corona, pada hari ini 17 Agustus 2020 menjadi catatan besar untuk PEMERINTAH demi semua rakyat yang ada di tanah air tercinta ini tumbuh dan makmur dalam segi ekonomi, pendidikan, maupun pekerjaan sehingga terciptalah yang namanya kemerdekaan yang sesungguhnya.

Maju untuk perubahan, bergerak untuk nyata. Mari bersama lawan virus corona bersama. membangun kebaikan kita dengan persaingan yang ada. Menciptakan mutu yang berkualitas. Sesuai dengan visi dan misi kita bsersama.

Tak lepas dari itu semangat adalah bukti dari kemerdekaan, selamat DIRGAHAYU ke-75 REPUBLIK INDONESIA.

Terdengar suara bisikan dari telingga seketika membuka mata dari tempat peristirahatan kasur yang empuk, merdeka, merdeka, merdeka. ternyata negriku merayakan kemenangan hari kemerdekaan ke 75 lamanya seketika itu dijajah.

Ketika menyambut hari kemerdekaan tetapi akhir-akhir ini negeriku kembali bersedih dengan berbagai ujian lagi entah itu gunung meletus, gempa bumi, kemiskinan, kelaparan, hingga detik ini kedataangan tamu lagi dengan nama sebutan virus corona. 

Sempat meneteskan air mata kahalayaknya negeriku tercinta dilanda corona yang tak bermoral, dan berbudi pengerti.

Belum merdeka seketika masih banyak yang terukir di negeriku kini kian banyak kebohongan pengelolaan dana untuk rakyat berdampak corona, kelicikan dalam pembagian, perebutan dalam penguasaan, hukum yang menjauhkan diri dari keadilan, hingga kebohongan yang dicari pembenaran. 

17 Agustus 1945 

17 Agustus 2020 cinta tanah air membuktikan bahwa indonesia mampu bersaing dalam pasca kemajuan negeri akankah hal ini saja yang diharapkan pemerintah untuk membangkit semangat dari sebuah perjuangan dahulu kala diperjuangkan.

Segenap rakyat, pemerintah dalam negeri ini tercipta dari sebuah rahmat Tuhan yang Maha Esa. “ jangan mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segitiga warna, selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai!

Berjuanglah terus dengan mengucurkan banyak-banyak keringat demi hanya anak bangsa sendirilah yang daapt membangun indonesia, tidak mungkin kita terus bergantung dengan Negara lain.

Lakukan yang terbaik dari apa yang mampu kamu lakukan, bersama kita bisa mewujudkan indonesia yang lebih baik. Dirgahayu RI.”-Soekarno. 

Banyak yang bilang cinta tanah air, tetapi apakah banyak seseorang melakukan kebaikan dalam memperhatikan kehidupan sosial di negeri ini.

Akankah bial kita cintah tanah air maka kita memperhatikan kehidupan sosial di lingkungan kita hingga tak ada lagi yang namanya kelaparan, kemiskinan hingga masih penuh permasalahan, persoalan-persoalan yang belum terselesaikan itu hanya masalah perekonomian di negeri ini. Akankah terselesaikan ?

Hal ini cukup sulit karena banyak para birokrat masih mementingkan diri sendiri dan keluarga terdekat padahal rakyat menjerit meminta bantuan atas segala persoalan yang belum terselesaikan. Maka hal ini masih jauh arti dari kemerdekaan yang nyata dan yang sesungguhnya. 

Kemudian dari pada itu awal kedatangan hari kemerdekaan negeri ini (indonesia) dilanda virus corona hingga penuh yang berpecah belah yang saling menyalahkan di negeriku tercinta ini.

Alangkah bodohnya para birokrat bila semua tak memberikan asupan gizi pada rakyat yang penuh harapan. Bukankah arti dari merdeka adalah sebuah kemenangan dari segala persoalan yang mencekik rakyat-rakyat kita melalui persoalan pendidikan, kelaparan, ekonomi yang semakin memburuk.

Maka dengan hal ini tak lepas dari kecintaan kita terhadap tanah air di negeri kita ini agar makmur dan membudidayakan generasi yang tanguh dan bermental moral adab yang baik dan pengertian terhadap sesame kehidupan dilingkungan sosial. 

75 tahun kita kalahkan belanda dan sekutunya secara bergotong royong. Sekarang kita juga harus gotong royong untuk kalahkan wabah virus corona demi kecintaan kita kepada tanah air kebangsaan kita ini.

Dengan melakukan gotong royong maka akan menciptakan perubahan di negeri tercinta kita untuk kemajuan bangsa yang gandrung akan keadilan.

Melaksanakan ketertiban dalam peraturan yang telah disepakati demi tanah air yag berbudi pengerti serta menjadikan peluang yang terciptakan dan berlandaskan pancasila dan undang-undang 1945.

Demi sebuah kemakmuran dan kecintaan kita terhadap tanah air bangsa indonesia.

Walaupun pandemi covid-19 atau yang dikenal dengan sebutan corona melanda bangsa kita, jangan lah hati ini larut dalam nestapa.

Corona memang ganas, tapi semangat kemerdekaan kita tak akan pernah kandas. Bersatu kita melawan corona agar kemerdekaan kita sempurna.-Anomin. Terus mengabdi pada negeri, tetap semanngat untuk bangkit dari keterpurukan, kegagalan serta pendemi yang tak berkesudahan.

Terus lah maju demi tanah air bersatu untuk wujudkan poros kebangsaan dalam merayakan 75 tahun kemerdekaan. menciptakan kesan dan sejarah yang berkualitas di negeri persatuan dan kesatuan. 

Kemerdekaan berarti Negara tersebut telah terlepas dari penjajahan dan memiliki hak dalam mengatur wilayahnya tanpa campur tangan Negara yang menjajah.

Kemudian dari pada itu kemerdekaan juga berarti suatu Negara telah terlepas dari belenggu Negara penjajahnya itu.  Maka dengan hal ini kemerdekaan sesungguhnya adalah bagaimana memberikan sarana dan prasarana kepada rakyat dengan membantu mereka dari zaman kegelapan hingga zaman terang menerang pada saat ini.

Dengan hal ini pemerintah harus memberikan hak rakyat seperti memenuhi kebutuhan ekonomi dengan memberikan lapangan pekerjaan yang nyata dan memberikan pendidikan yang layak sesuai undang-undang No 31 tentang pendidikan. Maka hak bagi rakyat harus dipenuhi barulah timbul makna dari sebuah kemerdekaan itu. 

Merdeka...!

Merdeka...!

Sembuhlah negeriku dari persoalan ekonomi, pendidikan, pekerjaan, kemiskinan, wabah corona serta persoalan-persoalan yang belum dapat terselesaikan untuk menyambut kemerdekaan selanjutnya.  (*/BBR)