Corona Masih Sulit Diprediksi Kapan Berakhir, Pemprov Babel MoU dengan Kejati dan BPKP

Ahada
Corona Masih Sulit Diprediksi Kapan Berakhir, Pemprov Babel MoU dengan Kejati dan BPKP
Penandatanganan nota kesepakatan antara Pemprov Kepulauan Bangka Belitung dengan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dan dengan BPKP, di Ruang Kerja Gubernur Babel, Rabu (8/7/2020). (Ist)

PANGKALPINANG, BABELREVIEW.CO.ID – Pemprov Babel dan seluruh masyarakat Bangka  Belitung harus terus berjuang menanggulangi penyebaran covid-19.

Pasalnya, penanganan Covid-19 belumlah selesai, karena hingga Rabu (8/7/2020) masih terjadi fluktuasi kasus orang-orang yang terpapar di Babel.

“Proses penanganan Covid-19 ini belum selesai, dan kelihatannya kita sudah menurun, naik lagi, turun lagi. Artinya ini belum bisa kita selesaikan dengan baik dan ini akan berkelanjutan. Kita masih membutuhkan program-program dalam rangka penanggulangan covid ini melalui biaya-biaya tak terduga,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Babel Mulyono, di Ruang Kerja Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (8/7/2020).

Dengan melihat kondisi ini, maka penanganan darurat Covid akan diperpanjang hingga 28 Juli 2020, dengan kemungkinan akan diperpanjang lagi, tergantung dari situasi dan kondisi yang terjadi nanti.

“Apabila terjadi peningkatan lagi, ada kemungkinan bisa diperpanjang lagi, baik secara nasional maupun provinsi. Karena itu, dalam rangka kita melaksanakan kegiatan ini kita perlu pendampingan dari pihak-pihak pengawas,” ungkapnya.

Menyikapi hal ini, maka pada Rabu (8/7/20), dilakukan penandatanganan nota kesepakatan antara Pemprov Kepulauan Bangka Belitung dengan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dan dengan BPKP.

Adapun maksud dan tujuan MoU tersebut untuk efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan penggunaan dana penanggulangan serta pencegahan Corona.

Beberapa waktu lalu, Juru Bicara Pemerintah Untuk Penangangan Covid-19, Achmad Yurianto menyatakan bahwa tingkat kesembuhan Covid-19 di Babel adalah yang tertinggi secara nasional dengan tingkat kesembuhan mencapai 86,8%.

Hal ini dikarenakan Pemprov Babel telah menjalankan penanganan Covid-19 sesuai SOP yang sudah ditetapkan.

Namun kesembuhan ini belum tentu akan berlangsung selamanya, tergantung dari kasus dan penanganan.

Masih ada kemungkinan orang yang telah tertular Covid-19 dan dinyatakan sembuh untuk tertular kembali.

“Di Babel ini semua Orang Tanpa Gejala (OTG) bisa ditampung di wisma karantina kita. Babel menyiapkan tiga karantina, sehingga penanganan yang lebih baik tentunya hasilnya akan lebih baik. Kesembuhan itu tergantung dari penanganan kita, karena itu kalau sesuai dengan protokol, angka kesembuhannya akan lebih baik. Kecuali kalau ada banyak kasus yang diisolasi mandiri, tingkat pengawasannya akan sangat kurang dan akan memengaruhi angka kesembuhan ,” ungkap Kadinkes Mulyono. (BBR)
Sumber : Khalimo
Foto : Iyas Zi