Dahsyat Ramadhan Adanya Corona

kasmirudin
Dahsyat Ramadhan Adanya Corona
Kevin Sabri.

SUCI, bulan penuh ampunan yang ditunggu-tunggu oleh umat Muhammad SAW di seluruh penjuru yaitu bulan ramadhan, bulan suci yang penuh ampunan. Segala kegiatan kebaikan akan dilipat gandakan, sehingga keutamaan bulan ramadhan ini menjadi bulan yang primadona bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia. Tak patut kita tidak mensyukuri nikmat Tuhan di tengah ujian wabah corona kita dihampiri, didatangi bulan yang penuh keistimewaan yang selalu kita syukuri pada saat ini masih dipertemukan pada bulan ramadhan. Segala umat muslim merindukan bulan ramadhan dari yang muda maupun yang tua semuanya berbondong bondong melaksanakan kewajiban diri kepada Tuhan-nya sebagai bentuk rasa syukur telah di pertemukan kembali di bulan ramadhan tahun ini (2020).

Dilanda kesedihan, tercipta keindahan. Adanya corona dahsyatnya ramadhan menjadi sebuah kegembiraan. Sebelum ramadhan tiba berapa bulan yang lalu dunia digemparkan oleh wabah yang haus akan kerakusan yang merenggut jiwa dan raga manusia, hingga detik ini wabah corana masih berkeliaran mencari mangsa karna masih berkuasa Tuhan limpahkan di bulan puasa ditengah wabah corona. Adanya corona tak menjadi umat muslim bermalas-malasan melakukan kewajiban sebagai umat muslim. Karena ketentuan dan hakekatnya adalah dahsyat nya bulan ramadhan menjadi sebuah acuan bahwa diri kita masih diberikan kesempatan yang baik untuk melaksanakan kebaikan dan ketentuan-ketentuan lainnya.

Adanya corona wabah virus ini menjadikan kita lebih bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa pastinya. Allah subhanahu wa ta’ala menjanjikan ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan. Di bulan ramadhan Allah menegaskan akan mengabulkan doa-doa hambanya yang meminta kepada-Nya, tentu saja jika hamba tersebut memenuhi persyaratan yang telah digariskan. Dalam rangkaian ayat-ayat yang menerangkan tentang puasa ramadhan, disana terselip ayat tentang doa. Tentu hal ini menjadi tanda bahwa ramadhan menjadi momentum yang tepat dan istimewa bagi muslim untuk memanjatkan doa di bulan ramadhan ini. Allah berfirman dalam surat Al- Baqarah ayat 186: Dan apabila hamba-hamba-ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apa bila ia memohon kepada –Ku maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS.Al-Baqarah: 186).

Setiap tahun terselip bulan yang istimewa yang disebut bulan penuh ampunan yaitu bulan ramadhan. Tak dapat dipungkiri bulan ramadhan tahun ini menjadi sejarah penting bagi umat islam hal ini kedatangan corona menjadikan kegiatan beribadah kepada Tuhan terganggu. Hal ini terjadi karna adanya corona sehingga masjid tutup dikarenakan untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona terhadap sesama. Tetapi bukan berati kita bermalas-malasan dalam beribadah untuk selalu taat dalam anjuran perintah-Nya. Kemudian Sejak awal tahun 2020 menjadi catatan penting yang kelak menjadi sejarah panjang dalam kehidupan. Dimana ramadhan tahun ini menciptakan beribu kematian, matinya prekonomian, terganggunya pendidikan, bahkan jiwa raga manusia ikut terlenyap di muka bumi ini, faktor ini tidak lain adanya corona menjadi keadaan yang sedemikian rupa di rindukan yaitu ramadhan hanya menjadi hiasan dinding karna tak bisa lagi berkumandang hanya untuk perkumpulan.

Sejarah membuktikan bahwa tepat 26 Desember 2004 lalu, bencana tsunami dahsyat meluluhlantakan Aceh. Ribuan orang mengalami luka, nyawa melayang bahkan ada yang ikut hilang. Gempa 8,9 SR ini membuat sebagian wilayah Aceh terisolasi, karena semua infrastruktur rusak dan banyak mayat dimana-mana. Terbukti bahwa Masjid Rahmatullah masih kokoh berdiri padahal jaraknya hanya 500 meter dari bibir pantai. Masjid itu dibangun pada 12 September 1997 oleh Gubernur Aceh saat itu Syamsudin Mahmud. Salah satu tempat ibadah yang masih tegar berdiri kala tsunami itu adalah Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Ratuan orang yang berlindung di masjid-masjid berkala selamat.

Hal ini menjadi bukti bahwa tempat-tempat ibadah muslim ketika terjadi bencana Tuhan buktikan Kuasa-Nya. Maka dari itu wabah corona yang sekecil debu bila Tuhan berhendak semua akan binasa. Akan hilang dipermukaan bumi ini. Hikmah dari ini bisa kita simpulkan bahwa sebaik-baik tempat memohon yakni Tuhan Yang Maha Esa. Bermohon, bersujud meminta hentikan bencana virus corona agar bisa melaksanakan ibadah puasa dengan sebaik-baik takwa kepada-Nya. Kemudian dari pada itu menjadikan kita hikmah yang luar biasa dahsyatnya ramadhan kita bisa menjadikan diri kita yang biasa tidak pernah jadi imam sekarang kita dituntut untuk menjadi imam tarawih di rumah masing-masing, agar kita menjalankan kerja sama untuk pencegahan penyebaran virus corona dengan jangka panjang di kemudian hari. Hal ini hikmah yang bisa kita dapati untuk menjadikan diri kita sebagai acuan diri bahwa hikmah dibalik bencana corona ini terbukti bahwa tempat-tempat ibadah yakni masjid tempat paling agung untuk bermohon.

Di kala bencana Corona menjadikan diri kita lemah untuk mendatangi masjid-masjid tempat kita mengadu kegundahan hati, kegundahan jiwa, kegundahan yang terjadi di muka bumi ini maka semua tak akan Allah hapus bencana corona di permukaan bumi. Dengan demikian maka datangnya bulan ramadhan akan menambahkan kualitas keimanan diri kita untuk mendatangi rumah-rumah ibadah yaitu masjid maka kita akan tetap laksanakan ibadah seperti biasanya di masjid dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar wabah ujian virus corona ini cepat hilang dan pergi dari permukaan bumi ini karna banyak umat manusia yang rindu tempat ibadah nya untuk taat dengan agama keyakinan diri seseorang kepada Tuhannya.

Ramadhan spesial di tahun 2020 bermunculan virus corona menjadikan diri dalam menumbuhkan imam-imam baru seperti menaati aturan “dirumahsaja” maka kita di tuntut untuk menjadi imam keluarga, seperti imam trawih dan imam ibadah-ibadah yang lainnya. Yang tidak pernah jadi imam maka di tuntut untuk menjadi imam. Hal ini menumbuhkan cinta kita terhadap sesama keluarga akan tetapi tak luput dari sebuah kegembiraan apa bila kita melaksanakan ibadah ramadhan di masjid maka akan terasa lebih istimewa yang kita dapati dari sebuah silahturahmi kecintaan kita terhadap orang lain terbukti nyata tetapi apa boleh buat hal ini tak lagi kita lakukan hanya gara-gara corona semua menjadi lemah keimanan kita untuk mendirikan sholat masjid-masjid Allah yang  Maha Esa.

Corona bukan penghalang untuk kita berjuang,  tatkala semua akan hilang budaya manis di sekitaran ramadhan. Akan tetapi tak menjadikan kita untuk tidak menghafal Al-Quran. Dahsyatnya ramadhan bukti dari sebuah peradaban islam, agar kita tahu nikmat Tuhan yang kita makan. Walaupun corona menjadi penghalang di bulan ramadhan tak menjadikan kami lemah dalam beribadah kepada Tuhan yang Maha Esa. Walaupun hidup banyak rintangan karna corona datang dibulan ramadhan. Umat beragama islam akan tetap mendirikan sholat sebagai penghilang dari sebuah wabah corona. Terbukti nyata bahwa keistimewaan ramadhan membuat kita untuk taat kepada perintah sang Tuhan walaupaun corona sebuah ujian Tuhan kami sebagai umat islam mengatakan ini hanya sebuah ujian belaka dari adanya corona ditengah-tengah ramadhan.

Penulis memberikan pendapat untuk kita taat dalam melakukan ibadah ramadhan walaupun digemparkan oleh bencana corona dipermukaan bumi. Jangan pernah tinggalkan ketaatan ibadah di bulan ramadhan agar kita disucikan Tuhan dalam keadaan ketakwaan kita pada Tuhan yang Maha Esa ketika menghadapi Nya. Jadikan bulan ramadhan tahun ini menjadi bertambahnya kualitas keimanan kita agar wabah virus corona menjadi hilang dipermukaan bumi. Supaya kita selalu taat dengan perintahNya. Bukan hanya taat oleh perintah manusia berkuasa hanya untuk mendapatkan pangkat yang sementara. (BBR)


Penulis : Kevin Sabri (Mahasiswa Fisip UBB,  Departemen Ilmu Politik dan Penggiat litrasi Kosada Babel)