Dalih Perintah UU dan Perbup, RSUD Bangka Tengah Naikan Layanan Tarif Rumah Sakit

Kasmirudin
Dalih Perintah UU dan Perbup, RSUD Bangka Tengah Naikan Layanan Tarif Rumah Sakit
RSUD Bangka Tengah. (ist)

BANGKA TENGAH, BABELREVIEW.CO.ID -- Sejak diberlakukan kenaikan tarif layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangka Tengah per tanggal 15 Maret 2021, menuai banyak keluhan dari masyarakat.

Sebagaimana diungkapkan oleh Yasir, warga Kelurahan Perlang ini mengatakan kenaikan tarif layanan rumah sakit cukup memberatkan. Karena tidak seirama dengan pendapatan masyarakat. Apalagi kenaikan tarif itu tepat dikondisi masyarakat yang saat ini sedang menghadapi terpaan pandemi Covid-19.

"Dalam kondisi ekonomi yang hancur akibat pandemi seperti ini, jelas kenaikan ini sangat memberatkan,"ucapnya.

Begitupun dengan Herdian, warga Simpang Perlang ini menyampaikan banyak faktor yang memang harus dijadikan pertimbangan terkait kenaikan tarif ini, meskipun disisi lain pasien yang ditanggung BPJS, Jamkesda, serta kerja sama Basnas, tidak terpengaruh dengan kenaikan ini. Namun, masyarakat umum seperti dirinya juga harus dijadikan pertimbangan.

"Ya, tarifnya jangan terlalu mencekik kami lah. Apalagi kondisi sekarang sedang pandemi. Mau cari kerja aja sangat susah, mau berobat pake apa kalau rumah sakitnya mahal?" keluhnya.

Kata Herdian, boleh saja diberlakukan kenaikan tarif layanan rumah sakit, tapi harus ingat juga dengan pendapatan masyarakat saat ini.

Saat dikonfirmasi wartawan, Humas RSUD Koba, Ruli menjelaskan, bahwa skema kenaikan tarif ini sudah berdasarkan ketetapan Peraturan Bupati (Perbup) Bangka Tengah pada Desember 2020.

"Kami hanya menjalankan apa yang sudah menjadi ketentuan di dalam Perbup. Kalau bicara tarif, proses dan kajiannya sudah dilakukan cukup lama," terang Ruli.

Di ruangan yang sama, salah satu staf RSUD, Viktori mengatakan, sebetulnya penentuan kenaikan pola tarif ini menggunakan perhitungan unit cost yaitu berdasarkan standar rumah sakit sekaligus mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

“Ada 20 item layanan rumah sakit yang mengalami kenaikan, ini merupakan bagian dari perintah Undang-Undang Kesehatan. Namun, sebelum dijadikan Perbup, kami pun tetap melakukan studi banding terlebih dahulu ke beberapa rumah sakit terdekat serta juga masyarkat terkait tarif layanan ini," ujarnya.

Terkait kebijakan ini, Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa menjelaskan, sudah menghubungi Direktur RSUD Bangka Tengah, dan ia mengakui kenaikan tarif layanan rumah sakit sudah berdasarkan perintah undang-undang

"Kami DPRD memang tidak pernah diberitahukan masalah kebijakan ini. Namun saat dihubungi, Direktur RSUD Bangka Tengah mengatakan kalau kenaikan tarif layanan ini sudah dikaji selama dua tahun," terangnya.

Dikatakan Mehoa, kalau memang sudah perintah undang-undang, ya memang harus dilaksanakan. Walaupun memang tidak pas waktunya mengingat ekonomi terpuruk karena pandemi. (BBR)


Penulis : Faisal

Editor   : Kasmir