Dampak Covid-19, Herwan Pedagang Empek-Empek Keliling Harapkan Uluran Bantuan Pemerintah

Ibnuwasisto
Dampak Covid-19, Herwan Pedagang Empek-Empek Keliling Harapkan Uluran Bantuan Pemerintah
Erwan, pedagang empek-empek panggang saat melayani pembeli di Pasar kuliner mandiri, Sungailiat Bangka, Minggu (10/5/2020). (Foto.Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Raut wajah sedih terpancar dari wajah Herwan (52), tukang pedagang empek-empek panggang keliling di seputaran Sungailiat, Kabupaten Bangka. Pasalnya setelah setelah pemerintah memberikan himbauan untuk melakukan social dan physical distancing akibat mewabahnya pandemi virus corona atau Covid-19.

Namun demikian, Herwan asal Palembang ini tetap semangat untuk melanjutkan hidupnya dengan usahanya yang sudah dijalaninya hampir 10 tahun ini.

Yang biasanya ia berjualan keliling dari sekolah dan tempat fasilitas umum, berganti dengan berjualan keliling keluar masuk perkampungan. Dan saat masuk bulan ramadhan dirinya berjualan di taman kuliner yang ada di jalan jalur dua dekat dengan Kantor Bupati Bangka.

"Mau bagaimana lagi, semenjak ada wabah virus corona ini penghasilan berkurang sangat banyak. Tapi kalau saya tidak berjualan keliling dan sewa lapak begini bagaimana mau beri makan untuk anak dan istri," ucapnya kepada wartawan Babel Review, Minggu (10/5/2020).

Menurut Herwan, dirinya juga merasa takut dan khawatir jika tertular virus corona. Tetapi dia tidak mempunyai pilihan lain karena sebagai tulang punggung keluarga.

Karena penghasilan yang didapatkan hari ini cukup untuk makan dihari berikutnya. Dia mengeluhkan sudah dua bulan terakhir tidak dapat membayar angsuran kredit motor yang selama ini untuk usaha berjualan keliling. Karena penghasilan hanya cukup untuk makan.

"Untung saja pihak dealer memberikan keringanan selama adanya virus corona ini. Kita diberikan keringanan hanya bayar bunganya saja sebesar Rp. 50.000 per bulan. Kadang-kadang hasil jualan bisa terbeli untuk kebutuhan pokok buat makan saja sudah bersyukur," kata Herwan.

Lebih lanjut, ia menyesalkan karena belum belum pernah menerima bantuan dalam bentuk apapun dari pihak pemerintah. Dia mengharapkan mudah-mudahan bisa mendapatkan bantuan itu.

"Kalau bagi pegawai yang punya gaji bulanan atau PNS mengalami dampaknya tidak seperti saya ini, yang usahanya berjualan keliling dan tidak mempunyai gaji tetap. Kalau tahun lalu jualan di saat bulan puasa ini sehari bisa jual 800 biji, tapi tahun ini terjual 200 biji saja sudah syukur Alhamdulillah," imbuhnya.

Herwan berharap kondisi seperti ini dapat segera berakhir. Kalau tidak, pedagang kecil sepertinya dirinya akan semakin susah. "Mudah mudahan saja nanti dapat bantuan dari pemerintah, paling tidak untuk meringankan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari," tutupnya. (BBR)


Penulis : Ibnu

Editor :

Sumber : Babel Review