Dampak dari Virus Corona, Bus Rute Toboali - Pangkalpinang Sepi Penumpang

kasmirudin
Dampak dari Virus Corona, Bus Rute Toboali - Pangkalpinang Sepi Penumpang
Angkutan umum di Pulau Bangka mulai mengalami dampak dari penyebaran virus corona, yang sejak seminggu lalu sepi penumpang, Rabu (18/3/2020). (Foto: Andre)

TOBOALI, BABELREVIEW.CO.ID -- Virus Corona yang telah menyebar ke sejumlah daerah di Indonesia kini dampaknya mulai terasa di seluruh lapisan masyarakat.

Di Bangka Belitung (Babel) misalnya, meski belum ada masyarakat Babel yang dinyatakan positif terkena virus yang berasal dari China ini, namun tetap membuat masyarakat khawatir.

Masyarakat mulai menghindarkan diri untuk berkumpul dan mulai membatasi diri bepergian apalagi menggunakan fasilitas umum.

Seperti halnya yang disampaikan oleh salah seorang sopir angkutan umum, Din.

"Sejak berita di televisi nasional bahwa ratusan orang sudah terjangkit corona dan ditambah media di Bangka yang hampir setiap hari memberitakan virus corona, masyarakat jadi khawatir," kata sopir bus rute Toboali - Pangkalpinang ini.

Menurutnya, kekhawatiran ini tentu berdampak bagi para sopir bus. Orang jadi enggan naik kendaraan umum dan malas untuk bepergian.

"Sudah hampir seminggu ini kami sepi penumpang, di jalanan juga tak banyak kendaraan yang melintas," ungkapnya, Rabu (18/03/2020).

Diakui Din, sepinya penumpang otomatis membuat penghasilan para sopir bus berkurang. Bahkan ada beberapa sopir yang mengeluh rugi.

"Bus sebelum saya ini tidak jadi berangkat, karena penumpangnya hanya dua orang. Kalau dipaksa berangkat, ya pasti rugi," bebernya.

Dikatakan Din, dirinya juga sepi penumpang dan berniat untuk tidak berangkat juga.

"Kita menunggu di Simpang Nanas Toboali sejak dari pukul 05.30 WIB pagi, tapi hanya tiga orang yang naik. Beruntung teman tadi batal berangkat, jadi penumpangnya dialihkan ke kita, " keluhnya. (BBR)


Penulis : Andre

Editor :   Kasmir

Sumber : Babel Review