Dapur Ayu Cake and Food Seni Mengatur Bisnis dan Keluarga

Admin
Dapur Ayu Cake and Food Seni Mengatur Bisnis dan Keluarga
Foto: Dok.Dapur Ayu

PANGKALPINANG,BABEL REVIEW-- Bisnis produk olahan makanan sepertinya tengah menjadi bisnis yang “hype” di tengah-tengah masyarakat beberapa tahun terakhir.

Bisnis tersebut merambah  berbagai kalangan tak terbatas usia maupun latar belakang. Salah satu bisnis produk olahan makanan/cake yang tengah hangat di wilayah Pangkalpinang, yakni “Dapur Ayu Cake and Food.”

Rahayu Adetia (25), me rupakan sosok wanita di balik binsis tersebut. Ia telah menjalanankan bisnis makanannya ini sejak 2015 lalu. Berawal dari kegemarannya memasak dan kerap menyajikan kreasi makanan bagi keluarga, Rahayu mendapat banyak dorongan untuk menyeriusi hobinya ini.

Ia pun kemu dian memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan utamanya dan beralih mengepakkan sayap di dunia bisnis produk makanan. Rahayu optimis, produk “Dapur Ayu Cake and Food” dapat berkembang dan mampu memanjakan lidah dan mata para konsumen.

Kini, Dapur Ayu Cake and Food yang beralamat di jalan Pahlawan 12 no 456 tersebut semakin meluas pe    minatnya. “Produk yang saya jual pertama kali adalah brownies. Seiring waktu, mulai berkembang menjadi berbagai aneka makanan basah lainnya, seperti aneka jenis kue jajanan pasar, snack box, hingga tumpeng,”

kata wanita yang kerap disapa Ayu ini. Rahayu mengaku produk bisnis makanannya ini ialah buatannya sendiri. Namun jika permintaan pesanan lebih banyak, ia biasa meminta bantuan teman-teman sesama pelaku UMKM lainnya untuk turut membantu.

Selama ini kendala terberat yang dihadapi Rahayu yakni membagi waktu antara mengurus bisnis yang ia jalankan dan urusan rumah tangga yang juga menjadi kewajibannya.  Dia katakan, sebagai ibu rumah tangga ia agak kesulitan mengatur kehidupan keluarga dengan bisnis makanannya ini.

Namun tentu saja, Rahayu memiliki tips jitu tersendiri untuk mengatasi kendala tersebut karena disitulah letak seninya memerankan dua peran sekaligus. Dapur Ayu Cake and Food dominan menggunakan media online seperti facebook, instagram, bbm, dan whatsapp sebagai senjata memasarkan produk makanannya.

Selanjutnya konsumen lebih mengetahui dari mulut ke mulut. “Harga yang ditawarkan untuk setiap jenis produk bervariasi, tergantung dari ukuran dan komposisi bahan. Tetapi biasanya kami menyediakan paket pilihan, mulai dari paket dengan harga 700 ribu rupiah, hingga 1 juta rupiah.

Untuk tumpeng dibandrol dari harga 200 ribu - 1 juta ru piah,” katanya. Dalam sebulan menurut Rahayu ia mampu meraih omset hingga Rp 15 juta. Karena itu menurut penilaiannya bisnis makanan saat ini sangat menjanjikan.

Apalagi sebagai ibu rumah tangga ia me ngaku senang menjalankan bisnis ini karena tidak harus ke luar rumah sehingga ia tetap bisa mengawasi anak-anaknya. “Kalau kita konsisten menjalaninya dan siap terima risiko dalam berbisnis saya   pikir usaha semacam ini akan tetap bertahan dan mampu nenambah konsumen yang lebih banyak lagi,” kata Rahayu.

Kepada Babel Review Rahayu menuturkan harapannya agar bisnis Dapur Ayu Cake and Food miliknya ini dapat sema     kin dikenal oleh masyarakat, tidak hanya di wilayah Pangkalpinang tetapi juga mampu merambah daerah lain di Bangka Belitung. (BBR)


Penulis :Vigest
Editor   :Sanjay
Sumber :Babelreview