Datangi Kantor DPRD Bangka, Petani Singkong Koperasi BBB Sampaikan 7 Tuntutan

Ahada
Datangi Kantor DPRD Bangka, Petani Singkong Koperasi BBB Sampaikan 7 Tuntutan
Puluhan orang yang terdiri dari 10 kelompok tani kebun singkong rakyat (KSR) yang tergabung dalam Koperasi Berkah Bersama Bangka (BBB) Belitung dari Kecamatan Puding Besar melakukan aksi damai terkait kekisruhan antara petani singkong rakyat dengan manajemen perusahaan PT. Sinar Baturusa Prima (SBP) di Gedung DPRD Kabupaten Bangka, Senin (10/8/2020). (Ist)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID - Puluhan orang yang terdiri dari 10 kelompok tani kebun singkong rakyat (KSR) yang tergabung dalam Koperasi Berkah Bersama Bangka (BBB) Belitung dari Kecamatan Puding Besar melakukan aksi damai terkait kekisruhan antara petani singkong rakyat dengan manajemen perusahaan PT. Sinar Baturusa Prima (SBP) di Gedung DPRD Kabupaten Bangka, Senin (10/8/2020).

Mereka kemudian diterima langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bangka, Mendra Kurniawan Amd di depan Gedung DPRD.

Dan kemudian Koordinator Aksi Damai sekaligus Ketua Koperasi BBB, Roni bersama 10 perwakilan diminta untuk menyampaikan aspirasi dengan tertib di dalam ruang rapat paripurna.

Roni dalam kesempatan itu menyampaikan tujuh tuntutan yang ditujukan kepada PT. Sinar Baturusa Prima yang berada di Kecamatan Puding Besar.

Perlu diketahui, bahwa PT. SBP merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan ubi kayu kasesa.

"Untuk saat ini kami tidak akan melakukan mediasi apapun dengan pihak perusahaan, tetapi setelah nantinya dapat dipertemukan melalui pemerintah maka kita akan sampaikan semuanya. Dan aksi damai ini murni dari keinginan para petani," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bangka, Mendra Kurniawan Amd mengatakan jika pihaknya tidak mendapatkan info apapun terkait dengan aksi damai yang di lakukan oleh beberapa kelompok tani KSR.

Tetapi ia menegaskan kepada koordinator aksi damai untuk melayangkan kembali surat resmi ke DPRD Kabupaten Bangka agar dapat segera ditindak lanjuti dengan pihak pihak terkait.

"Supaya segera dilakukan rapat kerja dengan komisi dan dinas agar permasalahan ini segera dapat diselesaikan. Dan kita dari DPRD sangat respon dengan apa yang menjadi kendala para petani yang tergabung dalam Koperasi Berkah Bersama Bangka Belitung," ujarnya.

Selanjutnya, ia meminta agar segera dibentuk sebuah forum kemudian membuat surat yang dilayangkan ke DPRD.

Yang kemudian akan dilakukan raker bersama dengan pihak-pihak untuk duduk bersama dalam mencari solusi terbaik.

"Bagaimana caranya pabrik tetap bisa beroperasi, petani tetap bisa beraktivitas dan kami berharap stakeholder yang nantinya ikut rapat dapat menghasilkan hasil yang positif. Kita nyakin Pemkab Bangka akan melakukan pengawasan sebagaimana mestinya, tetapi hal ini membutuhkan waktu," tukasnya.

Berikut 7 tuntutan Koperasi Berkah Bersama Bangka Belitung terhadap PT. SBP :
1. Penyesuaian harga singkong secara nasional
2. Singkong ksr dibeli setiap hari kerja sesuai rencana awal investasi 300 ton per hari
3. Menolak wacana program penghapusan program KSR
4. Menolak take over bank
5. Praktek curang penentuan kadar
6. Meminta perhatian yang intens terhadap budidaya singkong dan penjualan
7. Pemotongan kadar aci KSR tetap mengacu pada hasil rapat antara pihak koperasi dengan perusahaan 13 Maret 2020. (BBR)
Laporan: ibnu w