Demo Berlangsung Ricuh, Ini Penjelasan Mahasiswa Aksi

diko subadya
Demo Berlangsung Ricuh, Ini Penjelasan Mahasiswa Aksi
Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Menolak Peraturan Rektor No 2 tahun 2019 (BBR/Diko)

BALUNIJUK, BABELREVIEW.CO.ID -- Aksi unjuk rasa mahasiswa UBB menuntut pencabutan terhadap Peraturan Rektor nomor 2 tahun 2019 tentang Kemahasiswaan berakhir dengan kericuhan, pada Kamis (19/03/20).

Pada Pukul 09.00 pagi masa aksi sudah berkumpul di depan gedung Rektorat UBB. Aksi diisi dengan orasi dari petinggi di pemerintahan mahasiswa UBB. Kekecewaan nampak diwajah para mahasiswa pasalnya Dalam aksi tersebut hanya dihadir Wakil Rektor 1 bidang Kemahasiswaan dan beberapa perangkat dosen yang lain, sementara rektor dan ketua senat tidak berada di lokasi.

Puncak kekecewaan mahasiswa terlihat setelah, Wakil Rektor I UBB, Dr. Nizwan Zukhri mengatakan bahwa aksi yang dilakukan para mahasiswa tersebut melanggar aturan karena dianggap tidak menggubris surat edaran dari rektor berkenaan dengan perintah untuk tidak melakukan aktivitas dilingkungan kampus untuk menghindari masuknya virus Corona.

" jadi kehadiran atau aksi ini telah melanggar ketentuan ataupun surat edaran rektor yang merupakan perpanjangan tangan dari Kemendikbud hal ini dilakukan merespon Status Pandemic Covid-19," sebutnya.

Statement tersebut ternyata menjadi pemantik memanasnya situasi dilokasi aksi, sehingga mahasiswa melakukan aksi membakar ban sebagai bentuk protes.

Kordinator aksi Janovan menceritakan pihak keamanan kampus berencana memadamkan api ban tersebut secara paksa tetapi dihadang oleh mahasiswa. Ia menyebutkan adanya oknum dari pihak keamanan yang memaksa secara kasar untuk memadamkan api membuat demonstran menjadi ricuh dan berakhir dengan saling pukul.

" Kami dari mahasiswa berusaha menjalankan aksi secara teratur dan sesuai dengan rencana. Semua bentuk demontrasi ini sudah kami rencanakan dengan matang termasuk membakar ban. Tetapi ada oknum dari pihak keamanan kampus yang memaksa secara kasar hingga berakhir dengan saling pukul," ujar Koordinator Aksi Mahasiswa UBB.

Karena Aksi sudah tidak berjalan kondusif dimana sejumlah Mahasiwa, Pegawai dan Staff UBB mengalami luka-luka akibat kericuhan tersebut akhirnya masa aksi membubarkan diri.

"Apapun itu bentuknya kami pihak mahasiswa menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh pihak aparat (keamanan)," ujar Janovan Tiranda saat Konferensi Pers.

Adapun Pernyataan sikap KM UBB, diantaranya :

1. Menolak Peraturan Rektor Nomor 2 Tahun 2019.
2. Menolak segala bentuk intervensi terhadap demokrasi Yang dijalankan mahasiswa.
3. Melibatkan organisasi kemahasiswaan dalam setiap pengambilan keputusan.(BBR)

Laporan Diko Subadya