Demo Mahasiswa UBB Berakhir Ricuh

kasmirudin
Demo Mahasiswa UBB Berakhir Ricuh
Ratusan mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) berunjuk rasa di gedung rektorat, Kamis (19/3/2020) yang berakhir menjadi kericuhan. (Foto: Diko)

MERAWANG, BABELREVIEW.CO.ID -- Aksi damai oleh ratusan mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka  di gedung rektorat, Kamis (19/3/2020) berubah menjadi kericuhan.

Para mahasiswa yang berbondong-bondong menyerbu gedung rektorat hendak menyampaikan aspirasi menolak Peraturan Rektor No. 2 Tahun 2019 tentang Kemahasiswaan Universitas Bangka Belitung.

Namun sayangnya bentrok antara para mahasiswa dan Satuan Pengamanan Kampus UBB tak terhindarkan, akibatnya satu satpam kampus UBB mengalami luka di kepala hingga mengalami pendarahan dan sejumlah mahasiswa serta civitas akademika UBB mengalami luka ringan.

Kronologi Kejadian

Sekira pukul 09.20 WIB pagi, ratusan mahasiwa yang akan menggelar aksi, berkumpul di kantin UBB untuk mendengar instruksi dan arahan dari kordinator aksi. Beberapa atribut aksi pun telah disiapkan dari mulai spanduk hingga sesosok pocong.

Kemudian sekira pukul 09.45 WIB, usai pemberian arahan dari koordinator aksi, para mahasiswa mulai bergerak menuju titik aksi yang dilaksanakan di Gedung Rektorat UBB, yang kurang lebih berjarak 100 meter dari kantin UBB.

Pada pukul 10.00 WIB, para mahasiswa telah berada di halaman depan Rektorat UBB, lalu membentangkan spanduk dan menyampaikan orasi terkait penolakan terhadap Peraturan Rektor No. 2 tahun 2019, yang disampaikan sejumlah perwakilan mahasiswa di hadapan para civitas akademika UBB di antaranya wakil rektor, dekan, para dosen dan staff kepegawaian UBB lainnya.

Usai penyampaian orasi oleh mahasiswa sekira pukul 10.20 WIB, Wakil Rektor (Warek) I Nizwan Zuhri menanggapi aspirasi tersebut dengan memberikan penjelasan berkenaan dengan aturan tersebut. Hanya sayangnya penjelasan tersebut bagi para mahasiswa bukan solusi, sehingga memantik ketegangan.

Lalu pada pukul 10.50 WIB, saat Warek I masih menyampaikan penjelasan, aksi yang awalnya damai seketika berubah mencekam setelah beberapa mahasiswa melakukan pembakaran ban di lokasi demo.

Aksi Berujung Ricuh

Pihak kampus dalam hal ini satuan pengamanan yang mengetahui mahasiwa menggelar aksi bakar ban langsung bergegas untuk memadamkan api.

Namun upaya pemadaman tersebut tak berlangsung mulus, karena mahasiswa coba melakukan perlawanan. Aksi dorong-dorongan pun akhirnya tak bisa dihindari dan membuat suasana tak terkendali hingga bentrok pun terjadi.

Akibat aksi tersebut, satu petugas satuan pengamanan (Satpam) UBB mengalami cedera di kepala hingga harus dibawa kerumah sakit, karena mengalami pendarahan.

Cedera ringan juga dialami sejumlah mahasiswa dan civitas akademika UBB yang pada saat terjadi kericuhan berada di lokasi kejadian. (BBR)


Penulis; Diko Subadya

Editor  : Kasmir