Demo Nelayan Tolak Tambang Diwarnai Aksi Kejar-Kejaran

kasmirudin
Demo Nelayan Tolak Tambang Diwarnai Aksi Kejar-Kejaran
Warga Nelayan Air Antu dan Nelayan Matras saat mendatangi lokasi tambang dan melakukan aksi demo atas aktivitas tambang yang dilakukan lakukan oleh oknum di kawasan Hutan Lindung Pantai, Selasa (1/10/2019). (Foto: Ibnu)

SUNGAILIAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Gabungan warga Nelayan Air Antu dan Nelayan Matras mendatangi lokasi tambang dan melakukan aksi demo atas aktivitas tambang yang dilakukan lakukan oleh oknum di kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP).

Aksi demo tersebut sempat diwarnai aksi saling dorong dan kejar kejaran. Tetapi aksi itu tidak berlangsung lama dan dapat diredam oleh aparat yang berada di lokasi.

Koordinator demo Ngi Kew mengatakan, saat aksi dilakukan jika nanti aparat tidak dapat menghentikan aktivitas tambang itu, pihaknya mengancam akan membakar alat tambang yang ada di lokasi tersebut.

Para penambang katakan jika aktivitas yang dilakukan tersebut baru satu minggu berjalan. Dengan jarak tambang dan lokasi bibir pantai yang tidak mencapai puluhan meter tersebut, penambang tegaskan jika tidak akan mengganggu pantai dan tanggul tidak akan jebol.

Ngi Kew dengan keras mengatakan, bahwa apa yang mereka lakukan sudah tidak wajar lagi. Pihaknya tekankan tidak akan mengganggu tambang jika para penambang tidak merusak jalan dan pantai.

"Sekarang kami minta dengan baik, karena dengan massa kami juga tidak tahu. Kalau kami datang yang kedua kali akan beda cerita, kami minta pokoknya tambang ini ditutup. Kalau kami datang sekali lagi masih ada ponton ini akan kami bakar," tuturnya saat berdebat dengan penambang, Selasa (1/10/2019).

Tampak hadir di lokasi tambang tersebut Lurah Sinar Jaya, Polres Bangka, Polair dan Koramil Sungailiat. (BBR)


Penulis  : Ibnu
Editor    : Kasmir
Sumber : Babel Review