Desa Pusuk, Kembangkan Komoditi Beras Merah secara Turun-Temurun  

Admin
Desa Pusuk, Kembangkan Komoditi Beras Merah secara Turun-Temurun   
Foto:Faisal

 

PUSUK, BABELREVIEW.CO.ID -- Desa Pusuk, Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung menjaga tradisi di desanya dengan menjadi penghasil beras merah yang melimpah setiap tahunnya.

Desa dengan luas 3.720 Ha tersebut hampir seluruh didominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan. Data yang dihimpun Babelreview, 99 persen lahan di Desa Pusuk di huni pertanian dan perkebunan seluas 3.282,60 Ha, tanah hutan 341,20 Ha dan ladang sawah 80 Ha, sisanya 16 Ha diisi oleh pemukiman warga dan fasilitas umum.Besarnya potensi pertanian tersebut membuat pemerintah Desa Pusuk ingin mengotimalkan pengembangan komoditi beras merah yang sudah turun-temurun dilestarikan.

Kepala Desa Pusuk, Lizan mengatakan, dalam pengembangan komoditi beras merah, pihaknya menyediakan ladang seluas 80 Ha untuk dimanfaat delapan Kelompok Tani (Poktan)."Saat ini, 80 Ha ladang sawah padi merah sudah dikelola oleh delapan kelompok tani, belum ditambah warga desa yang memanfaatkan lahan pribadinya untuk menanam padi merah," ujarnya, Selasa (17/9/2019).

Dirinya menuturkan, dari satu Ha ladang yang dikelola poktan bisa menghasilkan 1,8 ton beras merah, yang jika dikalkulasikan dalam 80 Ha bisa menghasilkan 144 ton per sekali panen."Untuk saat ini kita melaksanakan panen sekali dalam setahun yakni setiap bulan Februari saja, namun kedepan kita akan buat waktu panen menjadi dua kali dalam setahun yakni setiap bulan ketiga dan ketujuh," terangnya.

Wujud tekad kades dalam pengembangan tersebut, dirinya akan rutin menggelar pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pelatihan tentang pertanian kepada para kelompok tani."Kita akan rutinkan pemberian bimbingan dan pelatihan serta melakukan kerja sama dengan dinas terkait baik kabupaten maupun provinsi untuk penyediaan bibit unggul," ucapnya.

Lizan menjelaskan, saat ini poktan masih menggunakan cara manual, untuk itu dirinya akan mengajukan pengadaan mesin perontok ke dinas terkait agar pengolahan bisa berjalan cepat hingga bisa mencapai target panen dua kali dalam setahun."Dengan adanya pengembangan ini, saya berharap bisa meningkatkan hasil produksi pertanian sehingga adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Faisal
Editor    : Fennie
Sumber : Babel Review