Desa Pusuk Pengen Jadi Lumbung Beras Bangka Barat

Ahada
Desa Pusuk Pengen Jadi Lumbung Beras Bangka Barat
Gubernur Babel Erzaldi Rosman bersama istri Melati Erzaldi, saat melihat hamparan padi di Desa Pusuk Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat Provinsi Babel. (Ist)

BANGKABARAT, BABELREVIEW.CO.ID -- Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat sejak dulu sudah dikenal sebagai sentra pangan dan perkebunan di bagian Barat Pulau Bangka.

Pun, kecamatan yang terdiri dari 1 kelurahan dan 13 desa ini juga masih teguh mengandalkan sistem pertanian tradisional yang notabene sarat dengan kearifan lokal itu.

Salah satu sektor yang sejak dulu digalakkan adalah menanam padi baik dengan sistem bersawah maupun berladang atau berhuma.

Sektor ini pula yang saat ini sedang digalakkan di Desa Pusuk, desa terdalam di sebelah Utara Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat Provinsi Bangka Belitung ini.

Paling tidak, desa dengan luas 34,7 Km persegi, berpenduduk 2061 jiwa, terdiri dari 650 KK yang tersebar di dua dusun dan 10 RT ini, adalah desa keempat yang saat ini sedang diproyeksi sebagai sentra pangan (beras) di Kecamatan Kelapa setelah Desa Tuik, Beruas serta Kelurahan Kelapa itu sendiri.

Sebagai desa yang dilirik untuk menjadi 'ikonik' lumbung berasnya Bangka Barat, Pemdes Pusuk telah melakukan kajian dan persiapan yang matang.

Bahkan tak main-main, ratusan hektar lahan akan diplot untuk dijadikan areal penanaman padi, baik sistem sawah maupun ladang.

Ketika disambangi Babelreview.Co.ID, Kamis (25/06/2020), Pj Kepala Desa Pusuk Imron melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Dani mengungkapkan, dari 34,7 Km persegi wilayah Desa Pusuk saat ini, seluas 90 hektar sudah dan sedang ditanami padi, baik sawah maupun ladang.

"Dari 34,7 Km persegi luas wilayah Desa Pusuk ini, sebagian besarnya digunakan untuk sektor perkebunan dan pertanian. Sisanya diperuntukkan sebagai kawasan wisata, pemukiman dan fasilitas umum lainnya," ungkap Dani.

Saat ini, lanjut Dani, selain 90 hektar lahan yang sedang dimanfaatkan untuk bertanam padi (sawah dan ladang), pihaknya juga sedang memplot paling sedikit 100 hektar lahan baru. 

"Lahan ini juga nantinya akan ditanami padi. Bisa dikelola melalui kelompok tani maupun individu," ujarnya.

Menurut Dani, pembukaan lahan ratusan hektar untuk penanam padi ini, sebagai bentuk keseriusan dan tekad Pemdes Pusuk untuk menjadikan desa tersebut sebagai lumbung beras Kabupaten Bangka Barat.

"Kita termotivasi dari beberapa desa lainnya di Kecamatan Kelapa yang sudah lebih dulu menghasilkan padi yang berlimpah. Mereka bisa, kenapa kita tidak. Lahan kita sangat mendukung, masyarakat kita juga mayoritas adalah petani yang tangguh. Kita berkeinginan sekali bisa menjadikan Desa Pusuk sebagai lumbung beras Bangka Barat. Atau minimal, bisa berswasembada beras di desa mereka sendiri," tandas Dani.

Dengan menggarap 90 hektar saja...

  • Halaman
  • 1
  • 2