Desa Romadhon Prioritaskan Sektor Bibit Unggul dan Peternakan

faisal
Desa Romadhon Prioritaskan Sektor Bibit Unggul dan Peternakan
Kades Romadhon, Ruslan. (Foto: Faisal)

SUNGAISELAN, BABELREVIEW.CO.ID -- Pemerintah Desa (Pemdes) Romadhon, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah akan mengembangkan bibit unggul untuk membantu masyarakat petani dalam mendapatkan bibit bermutu

Sesuai visi misi untuk menggali potensi desa sektor perkebunan, pemdes merencanakan pengembangan bibit unggul tiga jenis tanaman yaitu bibit sawit, nanas dan ubi kasesa.

Kepala Desa Romadhon, Ruslan Mengatakan, Perkebunan dari dulu selalu menjadi sektor yang menjanjikan, untuk itu pihaknya akan membantu petani dalam ketersediaan bibit unggul.

"Dalam program pengembangan bibit ini, pemdes akan menggandeng tiga kelompok tani untuk tiga jenis tanaman yakni 10 ribu bibit sawit, 15 ribu bibit nanas dan 7 ha bibit ubi kasesa,"ujarnya.

Selain sektor perkebunan, pemdes romadhon juga akan fokus pengembangan sektor peternakan sapi yang dimana tahun 2021 nanti masuk tahap penggemukan.

"Pengembangan sektor peternakan juga menjadi salah satu skala prioritas kami, karena program pengembangbiakan sudah kami laksanakan sejak tahun 2018 dan tahun 2021 nanti sudah masuk tahap penggemukan,"sebutnya.

Bukan sektor peternakan bukan tanpa alasan, karena memalui sektor ini pemdes romadhon berhasil membuat inovasi dengan menciptakan energi alternatif menggunakan biogas dengan bahan baku kotoran ternak.

"Kita pernah dijadikan sebagai salah satu desa percontohan desa mandiri energi di Kabupaten Bateng karena mampu menerapkan pengunaan energi alternatif mengunakan biogas, untuk itu dalam pengembangannya nanti kami akan mengajukan kembali bantuan 16 sapi untuk menunjang pengembangan sektor peternakan dan biogas,"pungkasnya

Dengan tidak berjalan maksimal program desa karena sebagian anggaran dana desa di geser untuk penanggulangan covid 19, pihaknya akan berupaya maksimal untuk memanfaat sisa anggaran yang ada untuk menggali potensi yang ada di Desa romadhon

"Kita akui program 2020 banyak yang belum bisa direalisasikan karena dana desa yang digeser, namun akan kita lanjutkan tahun depan dan sudah kita masukan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) desa tahun 2021,"pungkasnya. (BBR)


Penulis  : Faisal

Editor     : Admin03