Desa Simpang Katis Mengembangkan Potensi Batik Pakkis

Admin
Desa Simpang Katis Mengembangkan Potensi Batik Pakkis
Foto:Faisal

SIMPANG KATIS ,BABEL REVIEW.CO.ID -- Beranjak dari keinginan untuk mengangkat potensi lain di desanya, warga Simpang Katis Siti Dawiyah mendirikan Perkumpulan Kelompok Batik Tulis Simpang Katis (Pakkis). Pakkis yang didirikannya sejak tahun 2013 tersebut sudah memiliki nama brand yakni Batik Tulis Pakis dan telah menciptakan berbagai macam pakaian pria dan wanita dengan corak batik khas Pakkis.

"Umumnya desa-desa di Bangka Tengah terkenal dengan potensi wisata, pertanian, dan pertambangan. Disini saya ingin mengangkat potensi lain dengan membuat kerajinan tangan yakni batik tulis," ujarnya, Selasa (12/2/2019). Ia mengatakan, mengingat tidak selamanya masyarakat bergantung dengan timah, ia berharap kelompok Pakkis ini dapat membantu ibu-ibu Desa Simpang Katis untuk menambah pemasukan keluarga.

 "Alhamdulliah sejak berdiri kurang lebih lima tahun yang lalu sudah 40 warga kami pekerjakan dalam pengembangan batik tulis Pakkis ini, yakni 20 orang tenaga kerja tetap dan 20 tenaga kerja lepas,” tutur Dawiyah. Ia menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku utama dirinya masih bekerja sama dengan rekan sesama pelaku UKM di Solo dan Jogjakarta.

"Untuk bahan baku seperti kain katun prima, santung, dobi lilin, dan semua bahan baku pembuatan batik kita datangkan dari Solo dan Jogja karena di Bangka tidak ada," jelasnya. Ia mengatakan, walaupun bahan baku utama didatangkan dari luar Bangka namun untuk corak dan pola batik tulis menggunakan corak khas Bangka.

Baca juga:Sepiak Batik Motif Belitung

Pola-pola (sketsa) untuk batik tulis Pakkis sangat beragam, ada pola kembang kenanga, bebek, ubur–ubur, merak, kembang rukem, lada, serta balok timah, sehingga melekatkan ciri khas dari Pulau Bangka," jelasnya. Ia menambahkan, setelah jadi, kemudian bahan batik tersebut langsung dibuatkan menjadi berbagai jenis pakaian, seperti pasmina, mukena, kain pantai, selendang, baju pria dan wanita.

"Batik Tulis Pakkis sudah ada merk dagangnya yang terdaftar di Haki Merk serta sudah memiliki SIUP dan TDI (tanda izin industry). Jadi memang sudah aman untuk dipasarkan," katanya. Ia menjelaskan, batik Pakkis sudah banyak peminatnya bahkan ada yang dari luar daerah.

Omset bulanan pun bisa mencapai belasan juta rupiah. "Untuk mengejar omset, kita fokus dalam sistem pemasarannya, seperti penjualan melalui toko-toko, penjualan via media sosial, bekerja sama dengan instansi swasta maupun pemerintah,” tuturnya. Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Simpang katis, Yana, berharap dengan adanya kelompok Pakkis ini bisa meningkatkan kembali gairah para pelaku UMKM di Desa Simpang Katis, dan bisa menjadi salah satu tempat yang bisa menginspirasi tempat lain.

“Untuk membuat potensi desa menjadi terangkat, harus ada gebrakan yang berbeda dalam pengelolaanya, contohnya Batik Pakkis ini. Oleh karena itu saya berharap dengan adanya pengrajin batik Pakkis ini bisa menjadi contoh untuk pelaku UMKM yang lain agar bergerak mengembangkan potensi desanya dengan cara yang berbeda,” tandasnya.(BBR)


Penulis  : Faisal                                           
Editor    : Sanjay
Sumber  :Babel Review